
"Mungkin ini juga teguran buat aku mbak, karena kesalahan ku yang terdahulu. Mbak El mau bantu aku kan agar aku bisa menjadi Leboh baik lagi." Pinta Nita.
"Insya Allah saya akan bantu mbak Nita, mari kita sama-sama belajar untuk menjadi istri yang lebih baik lagi." Jawab El dengan bijak.
"Terima kasih mbak El, mbak Rosa dan kamu Riri . Aku sangat bahagia masih mempunyai kalian di samping ku." Nita menangis tersedu-sedu dengan memeluk El, Rosa dan Riri yang berada di sampingnya.
Lampu di pintu masuk ruang operasi pun berganti warna hijau. Bertanda operasi telai selesai. Tak berselang lama,dokter dan suster memakai baju khusus operasi di ikuti beberapa perawat keluar dari ruangan.
"Bagaimana keadaan suami saya dok?" Tanya Nita yang sudah berdiri.
"Alhamdulillah operasi berhasil bu,tinggal masa pemulihan saja. Sebentar lagi pak Randi akan segera di pindahkan ke ruang observasi untuk memantau keadaan pak Fajar pasca operasi. Setelah sadar baru kami akan memindahkan ke ruang perawatan."Jelas sang dokter.
"Terima kasih dok." Jawab Nita.
"Sama-sama bu, ini sudah menjadi tanggung jawab kami. Dan satu lagi bu, sebelumnya kami sudah memberi tahu ibu tentang kondisi pak Fajar. Ibu harus sabar karena setelah pak Fajar pulih, beliau harus memakai kursi roda karena keretakan yang sangat parah pada kaki pak Fajar. Tapi ibu jangan khawatir, pak Fajar akan bisa berjalan kembali jika dilakukan terapi rutin." Jawab Dokter laki-laki tersebut.
"lya dok, terima kasih atas penjelasannya." Ucap Nita
__ADS_1
"Kalau begitu kami permisi dulu bu." Pamit pak dokter.
Dokter itu pun berjalan meninggalkan ruang operasi. Dan beberapa suster mendorong banker Fajar menuju ruang observasi.
Nita, El, Rosa dan Riri pun mengikuti di belakang.
"Semoga Allah memberikan kesabaran buat kamu mbak Nita atas cobaan ini. el yakin mbak orang yang kuat dan semoga mbak akan berubah menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya." Doa El dalam hati untuk Nita.
Setelah keluar dari ruang koperasi, zafran dan Radit berjalan beriringan menuju Playground dimana anak-anak mereka bermain.
Tawa mereka membuat pengunjung yang lewat ikut tersenyum melihat keceriaan Aya dan Rio. Zafra dan Radit duduk di bangku yang tersedia di sana sambil memantau putra dan putrinya.
Dari kejauhan mereka mendengar percakapan antara Rio dan Aya.
'Aya besok kalau besar kita jadi pengantin kayak di TV-Tv yang di lihat mamaku ya." Ajak Rio.
Padahal dia juga tidak tahu pengantin itu apa.
__ADS_1
"Memangnya Pengantin itu apa Lio, Aya tidak tahu?" Tanya Aya dengan polosnya.
"Itu loh aya, perempuan dan laki-laki duduk di kursi bagus dan kamu nanti di rias pakai baju bagus dan ada mahkota di kepala kamu. Dan nanti aku juga pakai baju yang bagus."Jawab Rio menjelaskan.
"Kayak putli Elsa yang seling Aya lihat ya Lio, Aya mau, Aya mau jadi pengantin sama Lio kan nanti Aya bisa pakai baju putli." Ucap Aya kegirangan karena mendengar kata putri seperti yang ia tonton di TV.
"Nanti kamu jadi putrinya dan aku jadi pangerannya ya." Tambah Rio dengan mengayun pelan ayunan yang di naiki Aya agar mereka bisa berbicara.
"Bushed dah Suh, tu anak masih kecil ngajak anak orang nikah. Tu beneran anak ku bukan ya suh?" Tanya Radit yang heran dengan perkataan Rio.
"Ya anakmu lah suh, sama gesreknya kayak dirimu. Jadi wajar tu Rio bisa seperti itu wong bapaknya saja dirimu yang mesum dan playboy habis." Jawab zafran.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1