
" karena kehidupan seorang istri abdi negara sangat lah jauh dari istri istri pada umum nya, yang dimana harus rela di tinggal beberapa hari bahkan bisa sampai 1 tahun demi pengabdian kepada negara, dan gaji saya juga tidak seberapa pak, bahkan mungkin gaji putri bapak lebih banyak dari pada gaji saya." ucap Zhafran menghembuskan nafas nya.
" bahkan kalau pindah dinas bisa kita tinggal di daerah terpencil dan bisa bisa untuk mencari sinyal saja susah, hanya itu yang bisa saya kata kan pak, saya di sini juga akan membicarakan ini dengan keluarga saya, dan begitu pun dengan bapak, beri waktu saya 2 Minggu agar saya juga bisa memantap kan hati saya ini, mantap untuk mengiyakan atau untuk tidak, karena selain dari restu keluarga, restu dari Allah juga sangat perlu bagi saya pak." sambung Zhafran lagi.
Kata demi Kata Zhafran mengatakan dengan begitu sopan dan tertata begitu bagus, jadi orang yang di ajak bicara pun bisa memahami dengan mudah, sangat terlihat begitu jelas, wibawa dan ketegasan di setiap ucapan nya.
Ke selokan harinya.
Zafran yang baru memiliki waktu senggang ia memberanikan diri untuk menelpon sang bunda, dimana waktu yang tepat adalah malam hari.
" Assalamualaikum." ucap bunda yang mengangkat telepon dari sang putra
__ADS_1
" waalaikumsalam, bunda bagaimana kabar nya Bun?." tanya zafran.
" Alhamdulillah baik nak, kamu sendiri bagaimana sayang? sudah makan? sudah sholat?." tanya Bunda berturut turut.
" widih kalem Bun, kakak baik baik saja kok, Alhamdulillah, untuk makan kakak sudah makan, makanan khas Aceh, mie Aceh, dan mengenai sholat, bunda dan ayah jangan pernah khawatir, kakak selalu mengingat nya." ucap Zhafran.
" Alhamdulillah kalau begitu, ada apa nih, tumben kakak telpon bunda jam segini, biasa nya akan telpon bunda di saat jam 20.00 malam, ini masih jam 19.30 juga." ucap Bunda.
" em begini Bun, di situ ada ayah juga tidak?." tanya Zhafran.
" Bun, bisa di loundspeker telpon kakak ini, biar ayah juga ikut mendengarkan nya." ucap Zafran.
__ADS_1
" sudah nak." jawab bunda.
" ada apa Kak?." tanya ayah yang tiba tiba terdengar suara nya juga.
" emmm, ada yang mau kakak kata kan, tapi kakak mohon maaf, seharusnya hal sepenting ini kakak pulang, namun kondisi yang tidak memungkinkan Ayah bunda." ucap Zafran lalu mulai menceritakan pertemuan nya dengan pak Doni mulai awal sampai akhir.
" Begini kak, apa kakak sudah menyerahkan semua nya kepada Allah nak, saran bunda, lebih baik kakak berserah diri kepada Allah, Allah lah yang akan menuntun kakak untuk mendekat atau menjauh dari Aisyah, kalau bunda akan selalu dukung apa pun jawaban dari kakak, dan pasti kakak sudah paham meskipun hanya sedikit, karena sudah ada 2 saudara kakak yang sudah menikah dan pasti nya sudah tahu bagaimana proses sebelum dan sudah menjalin pernikahan." ucap bunda.
" Ayah juga sama dengan bunda kak, dan sebelum menjawab itu, alangkah baik nya kakak temui dia dan ajak bicara, dan perlu kakak ingat saat kalian berdua bertemu jangan hanya berdua ya kak, tidak baik, jaga selalu Agama kita sebagai seorang muslim yang taat pada agama." ucap ayah
...🌹🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....