Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ran 271


__ADS_3

Flashback on.


Siang itu, Setelah seharian dia menghabiskan waktunya bersama Mona di hotel yang jauh dari tempat tugasnya dengan berdebatan sengit dan kabar yang mengejutkan dari mona.


"Mas, kamu harus nikahin aku."Ucap Mona setelah mereka sampai dan masuk di hotel pesanannya.


"Maksud kamu, dari awal kita sudah sepakat tidak membahas masalah pernikahan karena kamu tahu sendiri jika aku menceraikan Nita secepat ini pasti berimbas dengan karirku." Jawab Fajar.


"Tapi mas, mas harus nikahin aku segera karena saat ini aku sedang mengandung anakmu." Ucap Mona sedikit teriak dengan melempar bukti testpack di hadapan Fajar.


"Ini nggak mungkin pasti kamu berbohong kan? kamu bilang kamu sudah KB, kenapa ini bisa terjadi?" Tanya Fajar yang tidak percaya dengan perkataan Mona.


"Aku memang sudah minum pil KB, tapi aku sempat lupa dan sekarang aku sudah mengandung anakmu. Kamu harus tanggung jawab kalau tidak, sekarang juga aku bakal bilang sama Nita tentang hubungan kita." Jawab Mona dengan menantang Fajar.


"Kamu jangan gila, kamu tahu kalau kamu bicara sama nita pasti berimbas dengan pekerjaanku. Kamu mau aku menjadi pengangguran?" Ucap Fajar yang semakin emosi.

__ADS_1


Dia tidak menyangka semuanya akan berakibat seperti ini . Awalnya hari ini ia akan bersenang-senang dengan Mona karena rasa yang melelahkan sehabis tugas.


Apalagi hubungan dia dengan Nita begitu hambar. Dia tidak pernah mencintai istrinya. Tapi dia juga tidak mau kehilangan Nita karena ada kekuasaan ayahnya yang pastinya berdampak buruk terhadap pekerjaannya.


"Sekarang kita pulang,aku jadi nggak mood." Tambah Randi dengan memakai jaketnya kembali yang tergeletak di sofa yang berada di kamar hotel.


Fajar berdiri dan bergegas keluar dari kamar dengan di ikuti Mona yang sama frustasinya karena Fajar tidak mau menikahinya.


Setelah check out ,mereka masuk ke dalam mobil Randi yang terparkir di depan lobi hotel. Mereka masuk dengan dian tanpa suara.


"Pokoknya aku akan bilang Nita tentang masalah ini." Ucap Mona dengan sengit membuka obrolan.


"Kamu jangan gila,aku pasti akan nyari cara. Tapi tidak sekarang."Jawab Fajar dengan sedikit emosi dan masih fokus dengan kemudinya.


"Sampai kapan? sampai perutku membesar dan orang-orang menertawakan aku yang hamil tanpa suami?" Tambah Mona dengan luapan emosi.

__ADS_1


"Kamu tahu sendiri bagaimana keluargaku, dari kecil aku tidak di rawat ayahku dan sekarang kamu juga ingin melakukan itu kepada anakmu, darah dagingmu? " Tambah Mona dengan emosi.


Dia memukul-mukul tangan Fajar yang sedang memegang setir dengan giras nya. Dia sangat marah dan kecewa dengan perlakuan laki-laki yang menganggapnya sangat mencintainya,tapi apa setelah semua nya terjadi dia malah menyuruh Mona bersabar.


"Berhenti, aku sedang nyetir. Kamu jangan gila kita bisa celaka dan bisa bisa kita mati di tempat." Ucap Fajar kepada Mona agar Mona berhenti memukulinya.


Tanpa di duga Mona malah tambah keras dan tak mau berhenti hingga Fajar tidak bisa mengendalikan mobil yang dia kendarai dan terjadilah dimana mobil mereka oleng dan menabrak pembatas jalan.


Flash back Off


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2