
Mereka tersenyum ketika mendengar Aya bernyanyi dengan nada cedelnya.
"Beruntungnya keluarga mereka yang tampak sangat bahagia tidak seperti keluargaku yang telah aku buat hancur. Maafkan aku istriku, Mulai saat ini aku akan berjanji untuk membahagiakan istriku untuk menebus semua kesalahanku terhadapnya." Ucap Fajar dalam hatinya dengan memandang sang yang tampak tersenyum melihat kebahagiaan keluarga zafran.
Setelah menempuh perjalanan 40 menit, mobil zafra dan Radit tiba di Taman. Mereka memarkirkan mobilnya bersebelahan.
Setelah memarkirkan mobilnya, zafran keluar terlebih dahulu untuk membantu istrinya turun karena sedang memangku Aya.
"Mommy sama kakak tunggu sini dulu ya, Daddy mau bantu om Fajar." Pinta zafran kepada anak dan istrinya setelah selesai membukakan pintu mobil.
"Siap daddy."Jawab Aya dan El bersama.
El dan Aya menunggu di luar mengambil barang bawaannya dan juga mengambil kursi roda Fajar.
"Kak, ayo kita tunggu di sini dulu biar Daddy bantu om Fajar turun." Ajak El dengan menggandeng tangan anaknya.
Zafran pun mulai membantu Fajar turun setelah menaruh kursi rodanya di depan pintu penumpang.
"Terimakasih suh." Ucap Fajar kepada Zafran.
"Sama-sama." Jawab Zafran etelah menurunkan Fajar.
__ADS_1
"Ayo kita kesana." Ajak El.
"Aya.." Ucap Rio sedikit keras mendekati Aya.
"Rio pelan kan suaramu, ini bukan hutan. Heran papa tiap hari teriak-teriak nggak ada capeknya." Ucap Radit yang kesal dengan putranya.
"Biarin, kan Rio nggak manggil papa tapi lagi manggil Aya. Kenapa papa yang sewot?" Jawab Rio menantang papa nya.
Dan mulailah peperangan antara papa dan putranya. Tiap hari ketika bersama pasti ada-ada aja ulah mereka yang sering berantem.
"Idih ni bapak sama anak, nggak tahu tempat banget dimana pun berantem melulu. Ni juga yang besar nggak mau ngalah sama anaknya." Ucap Rosa dengan menjewer telinga suaminya.
"Tapi kamu udah besar Pa, ingat Rio masih kecil. Ngalah gitu lah, gitu-gitu juga anak kamu." Bela Rosa kepada Rio.
"Sukurin tu Pa, emang enak wex..wex.." Ucap Rio kegirangan meledek papanya dengan menjulurkan lidahnya.
"Eh ni bocah cebong malah ngledek." Tambah Radit yang kesal dengan anaknya.
"Suh, sudah deh tu banyak orang nggak malu beranteng sama anaknya?" Ucap Zhafran menengahi dengan menahan tawanya melihat tingkah teman perjuangannya dengan anaknya.
Nita pun juga tersenyum melihat keakraban keluarga tetangganya yang menandakan rasa kasih sayang mereka.
__ADS_1
"Udah ayo kita masuk,mumpung belum ramai nanti lanjutin berantemnya di dalam." Ajak El yang juga menahan tawanya.
"Ayo Lio kita masuk. Nanti kebulu panas. Katanya Lio mau maen sama Aya." Ajak Aya kepada Rio.
"Ayo princess, let's go." Jawab Rio menggandeng Aya untuk berjalan masuk.
"Eh buses tu anak pintar merayu juga." Ucap dengan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rio.
Akhirnya, mereka pun masuk kedalam bersama dengan Nita mendorong kursi roda Fajar di ikuti El dan Rosa di sampingnya.
Sedangkan Radit dan zafran membawa bekal dan tikar yang mereka bawa. Karena masih pagi, suasana taman masih cukup sepi pengunjung.
Suasananya yang masih asri membuat para pengunjung nyaman berada di sana.
"Kita istirahat di sini aja ya sepertinya tempatnya enak." Ucap zafran menaruh barang bawaannya didawah pohon rindang di dalam taman dan berhadapan dengan Playground sehingga mereka bisa mengawasi Aya dan Rio ketika bermain.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1