Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
JPI 197


__ADS_3

" Baik lah, gue yakin loe bisa lindungi Langit dari tangan keluarga dari ibu nya, kalau begitu sore ini gue akan antarkan Langit ke rumah loe." jawab Langit lalu pamit untuk pulang, karena Adam akan mencari bodyguart untum melindungi keluarga nya.


Setelah dari perusahaan Ray, Adam menelpon seseorang untuk mencari pengawal yang akan melindungi keluarga nya, dan setelah ia bergegas untuk pulang


" Sayang." panggil Adam pada Siska.


" Mas sudah pulang." ucap Siska


" Sudah, tolong kamu siapkan semua keperluan Langit ya, aku mau ganti baju dulu." pinta Adam pada Siska.


Siska hanya diam mematung, apa yang ia takut kan ternyata benar.


" Sis, tolong cepat kamu beres kan keperluan Alngit sekarang." ucap Adam lagi.


" Mas." ucap Siska dengan mata berkaca kaca.


Adam yang melihat istri nya hanya diam saja, menghela nafas berat nya, lalu mengajak Siska untuk dudum di sofa kamar nya.

__ADS_1


" Sayang, dengar kan aku ya, aku tidak akan memberikan Langit pada mereka, tapi aku titipkan Langit pada Ray dan Mesya, aku sangat yakin mereka bisa melindungi Langit, jujur aku mau fokus sama keselamatan keluarga besar kita, aku yakin tua bangka itu tidak akan melepaskan keluarga besar kita sejak aku menantang nya, jadi tolong bantu aku ya, meskipun hanya dengan doa saja, kamu jangan bertahu ibu, dan mama kamu, cukup papa dan kamu saja, serta pelayana di rumah sana dan sini, tolong kasih tahu mereka jangan menerima tamu, atau semacam lain nya." ucap Adan panjang lebar.


Siska bernafas lega, meskipun ia berat untuk melepas Langit, tapi ini demi keselamatan Langit dan keluarga, bagi nya tidak apa apa, nanti kalau suasana sudah baik lagi, pasti nya akan bertemu dengan Langit lagi.


" Maaf kan aku mas, maaf karena sudah berburuk sangka pada kamu, baik apa pun yang mas akan lakukan akan selalu aku dukung." ucap Siska setelah itu ia bergegas untuk menyiapkan perlengkapan Langit.


1 jam kemudian, Langit sudah siap dan sekarang ada di gendongan Tia yang akan masuk ke dalam mobil.


Siska langsung mengambil Langit dari gendongan Tia dan memeluk Langit dengan sangat erat, wajah Langit di ciumin semua nya oleh Siska.


" Maaf mas, Langit mama sayang Langit, jangan rewel ya sayang di rumah bunda Mesya." ucap Sisja dengan derai air mata nya.


" Mama danang ai, Ngit cayang mama (Mama jangan nangis, Langit sayang mama)." ucap Langit dengan menghapus air mata Siska menggunakan tangan kecil yang lembut itu.


" Mama tidak nangis sayang, Tia sering kabarin saya ya." ucap Siska


" Iya Nyonya." jawab Tia.

__ADS_1


Setelah itu rombongan Adam keluar dari rumah menuju rumah Ray.


Sekitar 15 menit sudah sampai di rumah Ray. Ray mengemudikan dengan cepat, karena tadi ia sempat melihat ada mobil yang mengikuti mereka dari belakang.


Mesya yang lagi di rumah duduk di ruang keluarga dengan ibu dan ayah terkejut karena jam segini tumben ada tamu.


" Assalamualikum." ucap Adam, setelah pintu nya terbuka.


" Waalaikumsalam, Kak Adam, Langit." ucap Mesya yang terkejut setelah membuka pintu.


" Sya, siapa yang datang?." tanya ibu yang berjalan mendekati nya


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2