
" sudah pakai baju itu dulu saja." jawab Ibu Danki
" ijin, Baik mbak, kalau begitu saya aambil tas sama ponsel dulu." ucap Rosa langsung bergegas ke rumah mengambil tas dan ponsel, ia juga tidak lupa untuk mengunci rumah nya dan rumah Aisyah.
ada 2 mobil yang sedang menuju ke rumah duka keluarga Aisyah.
Di dalam mobil Ini Danki.
" Bu, nanti bagaimana kalau bapak tanya Mbak Aisyah?." tanya bibik kepada Rosa.
" sudah bibik tenang dulu ya, kita berdoa saja, semoga Aisyah sekarang sudah ada di rumah nya." ucap Rosa, sebenar nya, hati nya juga sedang tidak karuan, tapi bagaimana lagi, ia harus kuat di depan bibik, karena bibik pasti akan menyalahkan diri nya sendiri.
Baru saja mereka di berjalan tidak ada 20 menit Tan, jalan yang tadi nya lancar malah terjebak macet.
" Bu ini kenapa ya? ada apa ya kok macet?." tanya bibik kepada Rosa.
" mungkin di depan ada mobil mogok Bu." jawab Rosa.
Di tempat lain
__ADS_1
Zafran yang sedari tadi hati nya tidak tenang, entah kenapa, namun pikiran nya langsung tertuju dengan istri cantik nya, ia selalu terngiang ngiang dengan senyum nya, lambaian tangan nya sang istri.
" Ya Allah kenapa hati ku ini, kenapa dengan jantung ku, kenapa ini, ada apa ini, hati ku tidak tenang sama sekali." ucap Zhafran sambil memegang dada nya, karena dada nya terasa sesak dan sakit
Dimas dan Amar yang melihat itu langsung menghampiri Zafran yang tidak jauh dari mereka, mereka telah selesai melakukan rapat akhir bulan, dan tinggal 5 bulan lagi mereka akan pulang.
" Su, kenapa?." tanya Amar.
" entah, dada ku sakit banget, sesak, sulit nafas." jawab Zhafran masih dengan memegang dada nya
" ayo kita periksa Su, kita takut terjadi apa apa dengan mu Su." jawab Dimas.
" kalian mau ngapain?." tanya Zafran.
" ya ke pos kesehatan Su, biar kamu di periksa, kita tidak mau kalau kamu sakit." jawab Dimas.
" aku tidak apa apa, tapi pikiran ku tertuju pada istri ku Su, entah kenapa, padahal baru saja aku menelpon nya 1 jam yang lalu, sebelum rapat di mulai." jawab Zhafran.
" kamu telepon saja istri mu Su, dari pada kepikiran seperti ini." saran Amar.
__ADS_1
" iya benar apa yang di ucapkan oleh Amar." ucap Dimas.
" Tapi, aku takut membuat istri ku terganggu tidur nya, biasa nya jam segini istri ku tidur." jawab Zafran membuat Dimas dan amar menghela nafas nya.
Mereka ber dua begitu salut dengan sahabat nya yang satu ini, hati nya sedang gelisah namun masih memikirkan istri nya yang lagi istirahat.
" baik, kalau begitu kita temani saja, sampai nanti kamu harus telepon istri kamu Su, biar rasa khawatir di hati kamu cepat reda." ucap Dimas.
" ini minum dulu, lebih baik kita sholat dulu saja, berserahlah diri kepada Allah, hanya Allah yang bisa membolak balik kan hati umat nya, percaya Allah pasti menyayangi kalian." ucap Dimas lagi.
Mereka ber tiga ber jalan ke Masjid di dekat sana.
Namun baru beberapa langkah Ponsel Dimas berdering, nama istri nya terpampang di sana.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1