
" Cik, bantu aku cek lagi ya daftar undangan teman SMA dan teman kuliah, takut nya ada yang terlewatkan, daftar nya aku simpan di meja kerja ku." Ucap Senja di sela makan cemilan kentang Yang ada di depan nya
" Aku tidak akan ke toko lagi, paling cuma anterin kamu saja, mau terus pulang, capek banget ini badan rasa nya remuk." Lanjut Senja.
" Oke, tenang saja nanti aku cek lagi, kamu jangan terlalu capek Senja, hari H semakin dekat." Jawab Cika.
Senja Pov.
Aku mengantarkan Cika sampai depan toko, ku lanjutkan kembali mobil menuju arah ke rumah, aku memilih langsung pulang untuk mengistirahatkan badan yang lelah karena beberapa hari ini di sibukkan dengan pekerjaan, mengurus persiapan nikah, di tambah Ara yang sudah 2 hari ini nempel di dekat ku.
Sampai di halaman rumah, aku melirik Ara yang terlelap di samping ku, dengan memakai selbet, aku terenyuh melihat pipi chubby, bulu mata lentik, wajah polos tanpa dosa, andaikan dia mengerti kalau mami nya tidak pernah menghubungi nya, entah bagaimana psikologis untuk nya.
__ADS_1
Perlahan aku menggendong nya jangan sampai terbangun, aku baringkan di atas tempat tidur kamar ku dengan hati hati, sambil ku kecup kening nya, membuka sepatu nya, baju nya yang basah karena keringat, aku membuka nya perlahan di ganti dengan baju kaos.
" Tidur lah nak yang nyenyak sayang, semoga kamu jadi anak yang Sholehah." Lirih batin ku, sambil ku kecup lagi kening nya.
" Eh kakak sudah pulang." Aku berpapasan dengan ibu saat akan keluar dari kamar.
" Iya sudah dari tadi Bu, malah sudah mandi, ibu dari mana?." tanya ku pada ibu
" Bu, kakak sekarang merasakan bagaimana capek nya mengurus anak, kemarin kemarin kakak hanya mengasuh Ara beberapa jam di toko tiap hari nya. Setelah pulang lepas deh, Sekarang Ara sudah 2 hari nempel siang malam mana lagi aktif aktif nya, ini badan rasa nya remuk." Ucap ku.
" Kakak menyesal?." Tanya ibu sambil mengelus rambut ku.
__ADS_1
" Kakak tidak menyesal Bu, hanya kaget saja, ke depan Kakak akan mengurus suami dan anak, berarti kakak harus menyiapkan mental dari sekarang, beradaptasi dengan lingkungan serta keluarga baru." Ucap Senja.
" Jangan di jadikan beban kak, nanti sambil jalan dengan sendiri nya kakak akan bisa melalui nya dengan bahagia asal kan iklhas, menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan mulia, ia bekerja 24 jam tanpa ada hari libur. Nanti kakak jangan banyak mengeluh karena banyak sekali pahala di dalam rumah yang bisa di tabung untuk bekal akhirat, harus LILLAH." Nasehat ibu.
" Arrggg kata kata ibu bagaikan oase di padang pasir, sangat menyejukkan, aku malu, baru capek segini sudah mengeluh, bukan bukan mengeluh sih, lebih tepat nya belum terbiasa, aku yang single, tanpa proses hamil dan melahirkan tiba tiba mengurus anak yang aktif nya nyut nyut kepala dan harus punya stok sabar, aku mendengar suara salam dari depan rumah, itu suara mas Langit, aku memang mengirimkan pesan untuk menjemput Ara ke rumah, dengan buru buru aku bergegas masuk ke dalam kamar untuk memakai hijab instan ku, ibu yang membukakan pintu untuk mas Langit." ucap ku
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1