
Devi mengirimkan pesan tersebut dan ia sudah menunggu 1 jam lebih untuk menerima balasan dari senja tapi ia tidak mendapatkan balasan pesan dari senja ia melihat jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 23. 00 malam dan sudah dipastikan kalau senja sedang tidur akhirnya Devi meletakkan ponselnya di atas meja dan ia ikut membaringkan tubuhnya di sebelah putri kecil nya itu.
Hati Devi gelisah ia tidak tahu apa yang akan terjadi akhirnya dia berinisiatif mengambil air wudhu dan melaksanakan salat, setelah salat ia mengambil buku dan duduk di meja ia menuliskan sesuatu entah apa yang tertulis dia hanya menulis dan berurai air mata.
Tepat pukul 03.00 senja baru selesai menulis sesuatu di buku tersebut Devi melihat jam dan akhirnya ia melanjutkan untuk salat di lanjut membaca Alquran, terdengar suara adzan Subuh berkumandang Devi bergegas untuk melaksanakan salat subuh.
Tepat pada pukul 04.30 arah bangun iya sudah terbiasa dibangunkan oleh Mama senjanya untuk melaksanakan salat subuh.
Arah melihat maminya sedang posisi bersujud dan dia akhirnya mengambil air wudu ia takut mengganggu salat subuh maminya.
Setelah mengambil air wudu Ara melaksanakan salat subuh, sampai salat subuh selesai arah masih melihat posisi maminya seperti tadi, posisi sujud.
" mi." Panggil Ara
" Mi." Panggil Ara sambil menggoyangkan tubuh mami nya
Saat Ara menggoyangkan tubuh maminya, tubuh Devi langsung posisi miring dengan mata terpejam, arah yang melihat posisi tersebut langsung kaget dan berteriak untuk meminta tolong.
" bibi Paman tolong tolong bik Paman tolong." teriak ara dari lantai 2
__ADS_1
Para pelayan yang mendengar suara arah langsung berlari menuju lantai 2
" ada apa non kenapa non teriak-teriak?." tanya salah satu pelayan di rumah tersebut
" tolong mami bi mami pingsan tolong." ucap arah dengan derai air matanya.
Para pelayan tersebut langsung masuk ke dalam kamar majikan mereka melihat posisi majikan itu masih lengkap menggunakan mukena dengan posisi miring di atas sajadah.
" nyonya nyonya nyonya." panggil salah satu pelayan itu kepada Devi.
Tidak ada jawaban dari Devi akhirnya pelayan itu keluar dari kamar Devi memanggil security yang ada di depan rumah majikan nya.
" nyonya Devi kenapa bi?." tanya pak Ahmad.
" nyonya pingsan lagi pak Ahmad tolong cepat ya kasihan non arah sudah menangis didalam." ucapnya lagi.
Tanpa menunggu lama lagi pak Ahmad menghampiri pak Juki untuk menyiapkan mobil dan langsung bergegas untuk masuk ke dalam rumah.
30 menit mereka sudah sampai di rumah sakit besar di kota tersebut dan sekarang nyonya Devi ada di dalam ruangan ICU.
__ADS_1
Arah yang sedari tadi menangis diperlukan pelayan tersebut akhirnya mengingat kalau ia belum menghubungi papi dan mamanya yang ada di rumah.
Tut
tut
tut
Senja terkejut karena jam masih pukul jam 5.. pagi ponselnya sudah berdering dan tertera nama arah di dalam ponsel tersebut
" siapa sayang yang telepon pagi-pagi ini?." ucap langit setelah melepas sarung dan baju koko nya.
" Ara mas." jawab senja yang masih memakai mukena nya.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1