
Tak beberapa lama Nita juga keluar dari rumahnya.
"Mentang-mentang suaminya nggak dirumah, pura-pura tuh sakit bilang saja nggak mau nganterin anak suaminya." Ücap Nita ketus.
El hanya tersenyum menanggapi ucapan Nita.
"Eh mbak Nita, mbak ini seorang dokter harusnya lihat ni mbak El pura-pura sakit apa tidak dangen wajah pucat pasi seperti ini. Semakin lama di diemin mbak El semakin menjadi saja, anda itu berpendidikan tapi cara tutur katanya saja lebih sopan dari ibu-ibu di pasar." Jawab Rosa yang gedek dengan perkataan Nita yang semakin lama semakin menjadi.
"Idih mulut mulut saya ngapain situ yang sewot, toh aku juga nggak ngatain kamu." Tambah Nita semakin sewot.
"Emang ya mbak nggak ngatain aku, yang mbak hina itu mbak El yang hanya diam mendengar hinaan mbak. Tapi aku sebagai temannya nggak suka temanku di hina dan semua hinaannya tak sesuai sebenarnya." Ucap Rosa dengan mengebu.
"Sudah mbak, nggak enak di lihat tetangga dan ini juga ada Rio dan Aya disini. Saya nggak apa apa kok mbak." Ucap El menengahi.
"Benar mbak ngapain juga dengerin mulut orang yang ngakunya berpendidikan tetapi nol besar mending nganterin Rio dan Aya saja ke sekolah. Ayo sayang kita berangkat." Tambah Rosa dengan mengajak Aya dan Rio naik ke sepeda motor maticnya.
Aya dan Rio hanya melihat pertengkaran Rosa dan Nita karena mereka tidak paham dengan apa yang terjadi.
Setelah Rosa naik ke sepeda motornya, Aya dan Rio juga mengikutinya. Nita yang merasa kalah dengan ucapan Rosa, berlalu masuk ke mobilnya dengan perasaan tak suka.
"Ya Allah berikan kesabaran kepada hamba untuk menghadapi mbak Nita. Semoga Engkau segera menyadarkan nya agar tidak membenci hamba." Ucap El dalam hatinya.
Tak berselang lama setelah Rosa dan Nita pergi, zafran pun berjalan menuju ke rumahnya.
"Assalamualaikum dek." Sapa zafran setelah sampai di depan rumah dinasnya.
__ADS_1
"Mas.."Jawab El dengan membalikkan tubuhnya ketika ingin masuk ke rumahnya.
Pandangan El memburam dan...
"Ya Allah dek...." teriak Zafran
zafran terkejut ketika melihat istrinya pingsan setelah menjawab salam nya.
Zafran membuang ransel yang dia bawa dan berlari menghampiri istrinya yang terkulai lemas di depan pintu rumah.
Untung Zhafran segera menangkap tubuh istrinya sebelum mencium tanah.
"Ya Allah dek ada apa ini."ucap zafran dengan menepuk pipi El bergantian karena khawatir.
"Suh tante El kenapa ini?" Tanya Radit yang terkejut melihat El.
"Nggak tau suh, tiba-tiba istriku langsung pingsan." Jawab Zafran yang masih gemetar.
"Ya Allah selamatkan istriku ya Allah jangan Engkau ambil lagi."Ucap zafran dalam hatinya.
Dia trauma dengan kejadian dimana almarhumah Istrinya yang meninggal dahulu.
Apalagi setelah melihat wajah istrinya yang pucat pasi.
"Ya udah suh bawa masuk saja." Ajak Radit.
__ADS_1
"Ya suh tolong bukakan pintunya."Pinta zafran.
Radit membukakan pintu rumah zafran. Dan zafran pun menggendong istrinya masuk menuju ke kamarnya.
Karena selalu latihan, tubuh Irsyad menjadi kekar sehingga dengan mudahnya mengangkat tubuh istrinya yang kecil.
"Suh biar aku panggilkan dokter jaga di depan." Ucap Radit
"Terima kasih suh, maaf merepotkan."Jawab zafran.
"Nggak suh, ya udah aku keluar dulu."Pamit Radit
Radit pun keluar rumah zafran dan menuju klinik depan untuk mengajak dokter jaga memeriksa El.
Di asrama terdapat klinik khusus anggota dan keluarga. Jadi itu memudahkan penghuni asrama ketika sakit. .
"Dek...bangun dek."Pinta zafran. Dia juga menggosokkan minyak kayu putih di hidung istrinya. Selang beberapa menit, El pun mulai membuka matanya.
"Alhamdulillah dek, akhirnya kamu sadar. Apa yang kamu rasakan dan mana yang sakit."Ucap runtut zafran setelah melihat istrinya sadar.
"Mas, Ifa dimana."Ucap El setelah membuka matanya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....