Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
43


__ADS_3

" Kakak dukung keputusan ayah, jangan khawatir soal biaya sekolah adik, kakak kan punya penghasilan, ayah ibu duduk diam di rumah saja, sekarang waktu nya kakak membahagiakan ayah sama ibu." Senja menatap ke dua orang tua nya penuh haru.


" Kalau ibu ikut apa kata ayah saja, kalau itu yang terbaik ibu setuju saja." Jawab ibu.


" Adam juga ikut apa kata ayah saja." Jawab Adam.


" Alhamdulillah ayah bangga pada kalian, ayah tidak akan pengangguran kok, ayah akan fokus bertani, itu tanah warisan mau di kelolah sendiri sama ayah dan sudah tidak di sewakan lagi." Lanjut ayah


Di tempat lain, lebih tepat nya di kediaman Langit.


" Sayang, anterin ke ma ya, mau belanja bulanan sekalian ajak main Ara " ucap Devi


" Aku tidak bisa, badan ku kurang fit jadi mager, ajak saja bibik, sekalian quality time sama Ara, tahu sendiri kan kalau aku ikut ia malah nempel terus sama aku " jelas Langit.


" Ya sudah aku mau siap siap dulu." Jawab Devi


" Tidak belanja di Mall kita?." Tanya Langit.


" Mau suasana baru saja pi, boleh kan?." Tanya Devi.


" Ok, manfaat kan waktu luang mu dengan baik, ajak Ara bermain sampai puas." Ucap Langit.


" Ok papi." Jawab Devi sambil mengecup singkat bibir Langit.

__ADS_1


Ke esokan hari nya .


Devi sudah rapi dan bersiap untuk berangkat ke bandara, di lihat nya jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi , ia akan berangkat dengan pesawat pukul 07.00 pagi.


" Sudah siap?." Tanya Langit, Devi menganggukkan kepala nya.


" Ayo aku antar ke bandara." Langit turun duluan dengan menenteng koper milik Devi.


Dari kemarin Langit tampak dingin, tidak banyak bicara, ya Devi tahu alasan di balik itu, ia memilih ikut mendiamkan saja dari pada berujung perdebatan lagi.


" Bik, tolong temani Ara di kamar nya ya, kalau bangun langsung mandiin dan suapin makan." Ucap Devi.


" Iya neng." Jawab bik Surti.


Langit hanya fokus dengan kemudi nya dengan wajah datar nya.


" Sayang, Ara belum pernah di ajak liburan, bagaimana kalau kita liburan ke Bali saja." Ucap Devi


" Hmmm." Jawab Langit.


" Sayang bisa kan?." Tanya Devi.


" Hmmm." Lagi lagi Langit hanya menjawab hmmm saja.

__ADS_1


" Sayang bicara dong, jangan HM hmm hmm doang, aku ka tidak ngerti." Ucap Devi.


" Yang setiap di ajak liburan tidak bisa siapa?." Tanya balik Langit menanggapi masih dengan pandangan lurus ke depan.


" Iya nanti aku akan atur cuti." Jawab Devi. Sesampai nya di parkiran bandar


" Aku tidak bisa antar kamu sampai dalam, buru buru karena mau ada briefing pagi dengan karyawan." Ucap Langit


" Tidak apa apa sayang, aku pamit ya." Devi mencium tangan dan mengecup sekilas bibir suami nya.


...🍀🍀🍀🍀...


Langit melangkah masuk ke dalam rumah buru buru karena melihat mobil mama dan papa nya ada di parkiran mobil rumah nya.


" Assalamualaikum, ma pa, kapan datang?." Tanya Langit pada Siska dan Adam sambil mencium tangan ke dua orang tua nya.


" Waalaikumsalam, baru saja sampai, barusan habis sarapan bubur di luar sekalian saja mampir ke sini." ujar mama Siska sambil menyuapi Ara.


" Habis dari mana Lang?." Tanya papa Adam.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...

__ADS_1


...Happy Reading...


__ADS_2