
"Ya Suh, tempatnya enak."Jawab Fajar yang juga menikmati udara di sana.
"Mommy Aya mo maen kesana." Rengek Aya ketika melihat ayunan dan prosotan.
"Aya ayo maen sama Rio kesana." Ajak Rio ketika mendengar rengekan Aya.
" Mom, boleh?" Tanya Aya meminta persetujuan dari mommy nya.
"Ya sayang,btapi hati-hati ya nggak boleh berlari-lari nanti jatuh." Pesan El kepada Aya dan Rio.
"Siap tante, Rio akan jaga aya kan Rio penjaga Aya." Jawab Rio dengan PDnya.
"Heleh gaya pakai kata penjaga, badan aja kecil gitu." Ledek Radit.
"Biarin wex.." Jawab Rio dengan kesal.
"Ayo Aya kita kesana disini ada monster yang bentar lagi ngamuk." Ajak Rio dengan menarik tangan Aya menjauh dari papanya menuju tempat bermain.
"Eh anak kecebong, enak saja ngatain papanya monster." Sungut Radit yang di ledek anaknya.
Sedangkan Rio dan Aya sudah berlari.
"Oalah kamu itu mulai lagi Suh, biarin juga mereka masih anak-anak." Jawab zafran.
__ADS_1
"Udah dari pada berantem nggak jelas, mending papa dan om gelar tuh tikar biar kita bisa duduk dan menikmati udara di sini." Ucap El yangna jengah mendengar ledekan Radit kepada Rio.
Pasti nanti ujung-ujungnya berantem lagi.
"Benar tu pa,pasti kalau di lanjut papa paling berantem lagi sama Rio." Tambah Rosa.
"He...,iya mama tante El." Jawab Radit cengengesan.
Jika seperti ini,Radit tidak nampak seperti mantan playboy ketika masih muda. Karena sikapnya yang urakan dan humoris.
Nita hanya memandang sendu interaksi antara kedua tetangganya beserta keluarganya.
"Aku iri melihat keluarga mereka, bahagia dengan anak-anak mereka. Tidak ada beban yang mereka hadapi. Mereka bisa tertawa lepas." Batin Nita dengan sendu.
Fajar melihat wajah istrinya yang tampak sendu ketika melihat keakraban keluarga sahabatnya. Diapun memegang tangan istrinya sambil menengok ke wajah istrinya.
Dia merasa kesepian sudah 3 tahun berumah tangga tapi belum ada seorang anak yang menemani meramaikan kehidupannya.
"Besok kita juga progam anak ya yank, biar rumah kita juga ramai seperti Rio dan Aya." Ucap Fajar lirih kepada sang istri.
Dia tahu jika istrinya juga menginginkan adanya seorang anak di rumah tangga mereka,dia tambah merasa bersalah dengan semua sikap dia kepada sang istri.
"lya mas." Jawab Nita dengan memaksakan tersenyum.
__ADS_1
Dia bersyukur di berikan kesempatan untuk memperbaiki pernikahannya dengan sang suami.
Meskipun badai besar masih mereka hadapi, namun mereka berusaha mempertahankannya dan memperbaikinya.
Nita juga bersyukur dengan cobaan ini suaminya sudah mulai mencintai dia dan bersikap lebih lembut dari sebelumnya.
"Ayo Suh, aku bantu buat duduk di bawah." Ajak zafran kepada Fajar untuk mendudukkan Fajar ke tikar yang sudah di gelarnya.
"Terimakasih Suh, maaf merepotkan." Jawab Fajar.
"Santai saja Suh, kita semua saudara. Jadi kita harus saling membantu satu sama lainnya." Tambah zafran.
"Ayo mbak Nita duduk sini." Ajak El.
"Ya mbak, ini banyak makanan juga." Tambah Rosa.
"lya mbak El dan mbak Rosa. Maaf ya tadi saya nggak bawa apa-apa karena tadi juga kami tidak berencana pergi." Ucap Nita yang merasa tidak enak dengan kedua tetangganya.
"Ya Allah mbak, tenang aja ni saya bawa bekal banyak dan pastinya cukup buat kita semua." Ucap El menenangkan.
"Ni aku juga bawa kok mbak jadi santai saja." Tambah Rosa.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....