
Flashback on
"Mona maafin aku kita harus mengakhiri hubungan kita." Ucap Fajar setelah kami duduk berdampingan di sebuah kafe.
"Maksud kamu apa mas?,apa salahku tiba-tiba mas memutuskan hubungan kita." Jawab ku dengan tangisan yang tak bisa ku bendung.
"Ini bukan salahmu, tapi aku takut jika aku membantah perintah komandanku akan berimbas dengan karir ku."Jelas Fajar.
"Maksud mas apa ?" Tanya Mona
"Nita sahabatmu adalah anak salah satu komandanku. Dan kemarin ayahnya menemuiku secara langsung untuk meminta mas nikahin putrinya. Dan jika mas menolak dia mengancam mempersulit karir mas. Aku tidak bisa Mon, ini adalah cita-citaku dari kecil. Bagaimana keadaan kedua orang tuaku jika anaknya yang sudah mereka didik dan pejuangakan harus terhenti karirnya." Tambah Fajar dengan frustasi.
Deg..
"Nita, mengapa dia tega sekali kepadaku." Ucapku dalam hati.
"Dan kamu tidak memikirkan perasaanku mas ? gimana diriku setelah kamu tinggalkan. Apa kamu tak pernah berfikir?" Ucap Mona dengan frustasi.
"Terserah, sekarang terserah apa yang kamu mau mau lakukan. Jika itu memang keputusanmu, semoga kalian bahagia."Tambah Mona yang bangkit dari duduknya dan berlari dengan tangisan nya meninggalkan Fajar disana.
Flash back Off.
Bagaimana perasaanmu jika kamu harus menghadiri dan mendampingi sahabatmu menikah dengan mantan pacarmu yang masih kamu cintai?.
__ADS_1
Ya itulah yang terjadi padaku. Hampir 1 bulan aku menghindari Nita, tapi dia selalu mencariku. Dia memintaku untuk mendampingi nya di acara pernikahannya.
Apa dia tak tahu bagaimana perasaanku tapi memang dia tidak tahu perihal hubunganku bersama Fajar.
Akhirnya aku pun dengan terpaksa menghadiri acara pernikahannya dengan terpaksa menyembunyikan perasaanku.
Melihat mantan pacarmu bersanding dengan sahabatmu di acara pedang pora yang engkau impikan dengan senyuman yang mengembang. Dan itulah yang terjadi padaku.
Setelah pernikahan mereka, aku harus menerima cobaan kembali dengan kehilangan ibu yang sangat aku cintai karena sakit.
Disaat aku terpuruk, tak ada satu orang pun yang menghiburku. Salah apakah aku menerima cobaan bertubi-tubi seperti ini.
Akhirnya aku cuti dari kuliah ku untuk menenangkan diri akan keterpurukanku. Hampir 1 tahun akun mengasingkan diri untuk mengobati sakit hati akan kehilangan orang yang aku cintai.
Dia sangat tersiksa dengan pernikahannya dengan Nita, wanita yang sudah dia nikahi.
Sahabat yang dulu ku anggap saudara. Kami pun mulai menjalin hubungan kembali tanpa sepengetahuan Nita.
Aku menghubungi Nita berdalih bersilaturahmi kembali yang semata-mata ingin selalu dekat dengan suaminya.
Tanpa sepengetahuan Nita, aku dan Fajar sering menghabiskan waktu bersama di saat Nita sibuk dengan pekerjaan nya di rumah sakit.
Hubungan kami semakin serius dan tak berfikir dengan perasaan Nita kembali. Hingga kedatangan mas zafran seorang Duren ( Duda Keren ) yang menempati rumah dinas sebelah Nita.
__ADS_1
Ini semakin membuatku beralasan kepada Nita untuk berkunjung. Aku membohonginya jika diriku suka dengan Zafra .
Padahal itu hanyalah kedokku untuk menyembunyikan hubunganku dengan Fajar, Menyuruhnya untuk mendekatkan aku dengan Zafran.
Dia pun menurutinya ,dia mencoba berbagai cara agar aku dan zafran dekat. Tapi karena kealimannya, dia pun tak pernah tertarik dengan diriku.
Dan aku pun nyaman dengan hubungan tersembunyiku dengan Fajar.
☹️☹️☹️☹️☹️
Banyak orang bilang jika mood ibu hamil akan berubah-ubah dan tak bisa di prediksi, ya itu juga yang terjadi pada bumil ini.
Ketika di ruang dokter Herlina, dia sangat bahagia melihat perkembangan janin di perutnya tapi saat ini moodnya berubah drastis setelah melihat zafram sedang bersama dengan perempuan yang selama ini selalu meguji kesabaran El.
Siapa lagi kalau bukan Mona, dokter muda sahabat dari tetanggaku yang bermulut pedas seperti nya.
Ingin rasanya El mencabik-cabik wajah perempuan di samping suaminya. Apalagi kelakuannya yang ingin menempel pada Zafran.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1