Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
JPI 183


__ADS_3

" Hallo pa." ucap bu Ani


" Apa yang mama lakukan pada putri nya keluarga Pamungkas." teriak papa tiba tiba


" Siapa pa, mama tidak melakukan apa pun pada keluarga Pamungkas, mama mana berani pa berbuat aneh aneh pada keluarga kaya raya itu." ucap mama


" Kamu jangan bohong ma, kamu tahu perusahan kita sekarang di ambang kebangkrutan gara gara ulah mama, mama tahu keluarga Pamungkas dan Alfarezi telah menarik semua sahan yang berada di perusahan papa, segera minta maaf agar mereka tidak jadi menarik saham nya ma, kalau mama tidak melakukan nya, siap siap kita akan tinggal di kolong jembatan." ucap papa.


" Pa, benar, ngapain mama harus bohong, mama tidak melakukan apa pun pada keluarga Pamungkas pas." ucap mama

__ADS_1


" Papa tidak mau tahu, kalau belum minta maaf jangan pulang." ucap papa lalu menutup telp nya.


bu Ani yang masih bingung lalu di hampiri Ray yang masih tidak jauh keberadaan nya di sana.


" Apa yang saya ucapkan tante benar kan?." tanya Ray sambil membungkukkan badan nya.


" Kenapa kamu tega Ray mengambil saham pada perusahan suami tante?." tanya bu Ani dengan wajah marah


" Iya bang." jawab Mesya

__ADS_1


" Kenalkan tante, seorang perempuan yang berasal dari kampung, dia adalah putri bungsu dari keluarga Pamungkas, dia adalah istri saya, wanita hebat, sempurna yang dimana mana pasti akan menjadi tipe dari setiap laki laki, dan pasti nya tante tahu kan, seberapa kaya nya keluarga mereka, bahkan kekayaan dari keluarga Alfarezi pun tidak ada apa apa nya di bandingkan dengan keluarga Pamungkas, saya sangat bersyukur mereka bisa menerima saya sebagai salah satu anggota keluarga nya, padahal bagi mereja saya hanya butiran debu yang bisa mereka hempas kan begitu saja." ucap Ray


" Bu ayo pulang, Ray tidak memperbolehkan lagi untuk berkumpul dengan teman teman ibu kalau perkumpulan nya seperti ini lagi, bagaimana pun juga kita harus lebih banyak mencari pahala dari pada dosa." ucap Ray dengan lembut. ibu yang merasa bersalah hanya bisa menurut saja, ia tidak berani berkata apa pun di saat putra nya sudah berkata dengan lembut tapi masih dengan raut wajah dingin.


Setelah kepergian bu Ratih, Ray dan Mesya meja itu kembali ada suara setelah hening sesaat.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...

__ADS_1


...Happy Reading...


__ADS_2