
Amar bisa di terima sebagai Akmil TNI AD Karena prestasi nya, ayah dan ibu nya sangat bangga setelah tahu kalau putra nya menjadi seorang abdi negara.
Kembali ke cerita ya.
" Gue lagi kangen sama bunda." Ucap Zhafran, ya anak anak bunda selalu suka dengan bubur buatan sang bunda, setiap berkumpul mereka selalu meminta di buatkan bubur ayam, bubur ayam adalah makanan favorit keluarga Alfarizi.
" Cihh, padahal lu juga barusan pulang, masak sudah kangen lagi." Jawab Dimas.
" Nama nya juga anak sama bunda, pasti rindu lah." Ucap zafran datar.
" Ya ya, kita iyain saja, dari pada merajuk dia nya nanti." Ucap Dimas dengan kekehan.
Amar hanya diam saja, seperti ada yang lagi di fikirkan.
Zafran dan Dimas menyadari itu, tapi mereka hanya diam saja, mereka akan mengajak Amar keluar nanti malam karena saat ini masih dalam kondisi Dinas, tidak baik membahas mengenai hal pribadi.
__ADS_1
Setelah makan mereka bergegas untuk Dinas kembali dan mengikuti kegiatan selanjutnya.
Malam hari nya.
" Su, kita keluar yuk." Ajak Dimas.
" Eh, tidak usah Su, kalian ber- dua saja, gue lagi gak enak badan, ingin tidur saja." Jawab Amar
" Sudah ayo ikut." Ucap Zafran lalu menarik tangan Amar dan di ikuti oleh Dimas di belakang mereka berdua.
" Ehem." Zafean berdehem.
" Su, maaf kalau gue dan Dimas bertanya hal lebih pribadi ke lu, gue harap lu bisa bercerita sebelum kita berdua tahu dari orang lain, gue tanya, lu anggap kita itu sebagai apa?." Tanya Zhafran.
Deg!!!! Jantung Amar berdebar, ia tidak menyangka kalau ke dua sahabat nya itu mengajak nya keluar karena hal ini.
__ADS_1
" Emm, maaf Su, bukan gue mau menutupi hal itu ke kalian berdua, gue hanya tidak ingin ngerepotin kalian berdua, semalam gue sudah berfikir kalau mau Ngajukan hutang di bank." Ucap Amar.
" Buat apa?." Tanya Zhafran dan Dimas bersamaan.
" Buat beli tanah yang tinggali oleh ke dua orang tua gue dan adik gue, 2 hari yang lalu ibu telp dan memberitahukan kalau pemilik kontrakan meminta rumah itu lagi, dan ayah ibu gue tidak boleh melanjutkan ngontrak lagi di situ, karena mau di tempati oleh adik pemilik dari kontrak kan itu, kalau mau ibu dan ayah harus membeli nya, tidak untuk mengontrak nya." Ucap Amar dengan sendu, mengingat 2 hari yang lalu ibu nya telp dengan menangis, mereka sekarang bingung harus cari uang kemana lagi, karena selama Amar sudah bekerja, ayah nya sudah tidak di perbolehkan untuk memulung dan ibu nya tidak boleh menitip kan gorengan lagi, Amar membukakan warung sembako kecil kecilan dan keuntungan dari warung tersebut Alhamdulillah cukup untuk makan sehari hari mereka, sedangkan adik nya sekarang lagi menempuh perkuliahan dan biaya nya di tanggung oleh Amar, ke dua orang tua nya tidak di injinkan amar untuk membantu mengenai biaya adik nya.
" Pemilik kontrakan itu meminta berapa?." Tanya Zafran.
" Jangan Su, gue sudah mau mengajukan bank saja, gue tidak mau ngerepotin kalian lagi, sudah cukup." Jawab Amar yang lagi lagi menolak nya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih. ...
__ADS_1