Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 108


__ADS_3

" sayang apa kamu bahagia menikah dengan ku?." Tanya Langit dengan menggenggam tangan kanan Senja di atas meja yang kosong di bereskan oleh waiters tersisa 2 gelas minuman ice lemon tea.


" Tentu saja mas, aku bahagia memilikimu dan Ara, mas Langit adalah imam yang baik, aku malahan takut suatu saat mas Langit akan berpaling ke wanita lain." Ucap Senja.


" Itu mustahil sayang, aku laki laki setia dan bertanggung jawab, untuk apa melirik wanita lain jika di rumah sudah punya istri yang cantik dan Sholehah." Sahut Langit, pandangan nya tidak lepas dari menatap indah S Senja yang sedang duduk di hadapan nya.


" Mas katakan apa saja yang harus aku lakukan untuk bisa menyenangkan mu mas." Tanya Senja. Langit mengecup tangan halus Senja.


" Cukup kamu patuh pada ku sayang, hanya itu." Jawab Langit. Langit mengeluarkan saku celana nya, sebuah gelang emas putih bertahtakan butiran berlian, di bagian tengah dia pasang kan ke pergelangan kanan Senja, Pas, sangat pas di tangan Senja.


" Mas... Ini?." Senja terkejut memperhatikan tangan nya.


" Hadiah milad untuk Senja ku." Langit tersenyum lebar, Senja tidak mampu untuk berkata, dia menatap Langit dengan tatapan mata yang berkaca kaca,

__ADS_1


" Terima kasih suami ku." Ucap Senja lirih karena haru. Langit berdiri menuju kursi istri nya, meraih tubuh sang istri untuk di peluk nya.


" Kita lanjut di kamar ya sayang." Ucap Langit dengan berbisik. Mereka pun turun lalu menuju kamar yang sudah di pesan, tidak lupa mereka mengambil alat sholat mereka di mobil.


" Mas kita tidak bawa baju tidur lho...." Ujar Senja saat setelah selesai melipat mukenah nya, mereka telah selesai melaksanakan sholat isya' dan sholat sunnah berjamaah.


" Tidak perlu pakai baju sayang, toh akan di lepas juga." Bisik Langit di telinga istri nya yang dia tarik untuk duduk di pangkuan nya, Senja merangkul tangan nya ke leher Langit.


" Kalau sayang kedinginan, ada mas yang akan menghangatkan nya." Langit mulai memberi tanda kepemilikan di leher jenjang Isti nya.


Dan malam ini menjadi milik mereka berdua, memadu kasih, mereguk manis nya madu cinta, Dua insan dalam ikatan halal.


Satu bulan kemudian.

__ADS_1


Saat ini, keluarga besar bunda dan ayah sedang makan bersama, tapi di sana hanya ada keluarga kecil Langit, Azell dan ayah bunda, yang lain nya sedang ada kegiatan masing masing.


" Mas seperti nya sering ke sini ya, itu ayah akrab banget dengan pemilik nya." ujar Senja yang memperhatikan interaksi ayah.


" Iya sayang, ini salah satu tempat kuliner favorit ayah dan bunda, dulu saat sama dengan mami, mommy, mava selalu datang kesini, pas mas tanya kenapa tidak di restoran saja, tapi apa jawab nya?." tanya Langit, Senja menggeleng kan kepalannya.


" Tidak semua makanan yang di pinggir jalan tidak sehat, dan kita bisa bantu orang jualan itu, agar keluarga nya bisa bahagia." ucap Langit.


" Wao emang bunda the best." ucap Senja lirih.


" Mas juga bangga mempunyai bunda yang mempunyai hati luas, kesabaran yang tiada Tara, kasih sayang yang tidak bertepi, mangka nya ayah bisa jatuh cinta sama bunda, ayah sangat bucin sama bunda sayang." ucap Langit.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2