Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 128


__ADS_3

dulu ibu mertuaku adalah pengasuh ku tapi itu hanya menemaniku saja dan selalu di situ ada bunda bunda tidak pernah melepaskanku begitu saja dengan pengasuh aku sangat sayang dengan bunda dan mama.


dulu aku sering lebih banyak tinggal dengan bunda dan ayah Ray, bunda selalu mendampingi aku belajar dan mendatangkan guru mengaji ke rumah aku merasakan hasil kesuksesan bunda dalam mendidik hingga menjadi aku yang seperti ini meski aku pernah salah dalam memilih pasangan hidup tapi dari situ aku bisa belajar mengambil hikmah nya.


dan ibu beliau juga ibu yang hebat yang telah membentuk wanita cantik lembut dan sholehah yang kini menjadi istriku aku sangat bersyukur dengan anugerah yang telah Allah berikan kepadaku.


Masya Allah tak bosan-bosan aku menatap putra kecilku yang tampan menggemaskan dia menjadi pelengkap dalam rumah tangga kecilku ini, semoga kelak saat ia dewasa ia akan hidup sesuai dengan arti nama nya.


" tapi kenapa belum tidur?." tanya senja rupanya senja terjaga ia menatapku yang tengah membetulkan selimut baby Rasya.


" tanggung sayang sebentar lagi azan subuh nanti saja tidurnya setelah salat subuh." jawab ku pada senja.


setelah minum segelas air aku menyuruh senja melanjutkan tidur agar tenaganya segera pulih dan segar kembali kukecup keningnya penuh kasih sayang wanita yang telah berkorban mengasuh dan mendidik arah seperti putri kandung nya sendiri.

__ADS_1


autor POV


pukul 08.00 pagi suara gaduh saat pintu dibuka membuat baby Rasya terperanjat sesaat di pangkuan senja, baru saja menyusu hingga kembali terlelap dalam buayan sayang mama.


" Mama mana adik." ucap Ara, Ara lah yang tergesa-gesa membuka pintu dan membuat gaduh karena teriakan nya ia datang bersama azell dan sasi yang semalam tidak ikut karena menemani ara di rumah.


" aduh ini bocah baru bangun tidur saja sudah merengek-rengek pengen ke sini aduh azell yang juga di iya kan kan oleh sasi.


" kakak mau cium adik ya mah." ucap Ara, Ara mendongak meminta persetujuan Mama senja.


" boleh sayang tapi pelan-pelan ya biar adiknya nggak kaget." ucap senja.


mata bening ara berbinar dengan naluri sayang nya ia mencium pipi dan kening sang adik dengan hati-hati.

__ADS_1


azel dan syasi ikut berbahagia melihat bayi mungil dan lucu anteng tertidur saat ibu membantu senja memindahkan nya ke box dan azell belum berani menggendong bayi yang usianya belum sehari itu takut salah gendong kata nya.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


2 malam di rumah sakit senja bisa pulang ke rumah bunda dan ayah, mama dan papa juga sudah menunggu di teras saat mobil tiba di halaman bunda dan mama sepertinya sudah tidak sabar ingin menggendong cucu keduanya itu sampai menyongsong saat ibu baru turun dari mobil.


" besan sini biar saya yang gendong du du du cucu Oma yang tampan." bunda mengambil alih menggendong babi Rasya menimang-nimang nya masuk kedalam rumah si kecil sudah mencuri perhatian kakek neneknya, dengan sabar mereka menunggu giliran sampai waktu nya ayah Asep dapat giliran menimang paling akhir dan si kecil tetap saja anteng terlelap meski suasana riuh orang-orang dewasa terdengar bersukacita ia hanya merespon dengan geliat geliat kecil dengan mata terpejam.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2