Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 90


__ADS_3

Aku sedikit mengerakkan tubuh ku yang polos di balik selimut, bagian bawah terasa perih dan bengkak, sampai sampai aku meringis, aku ingin turun tapi takut membangunkan mas Langit juga badan ku terasa lelah dan remuk, aku ukir di dada mas Langit dengan telunjuk jari ku dengan lembut.


" I LOVE YOU TOO sayang." Mas Langit berkata dengan mata yang masih terpejam, eh kok di tahu kalimat yang aku tulis ya. Dia tersenyum tipis saat aku mendongak kan wajah melihat nya.


" Sayang makasih kamu sudah menjaga nya untuk ku, I Love you so much." Mas Langit berkata dnegan menatap sayu, ada kilatan gairah di manik mata nya,


" Sayang lagi ya?." Pinta nya, aku menggeleng kepala cepat.


" Jangan dulu mas, aku masih sakit." Keluh ku.


" Baik lah sayang, masih ada waktu pagi, sore, malam dan besok pagi di sini." Langit mengedipkan mata nya, dengan mengangkat tiga jari nya.


Ke esokan hari nya.


" Sayang, mau beli makanan dulu tidak?." Ujar Langit sambil menyetir, pandangan nya fokus ke jalan.


" Tidak deh, jalan ku tidak nyaman mas, masih sakit dan merasa mengganjal gimana gitu." Senja memalingkan wajahnya yang merah, melihat jendela.


" Mama kenapa jalan nya sakit?." Tanya Ara, rupa nya Ara memperhatikan obrolan ke dua nya


" Eh." Senja bingung mau jawab apa.

__ADS_1


" Mama sakit karena papi." Langit menjawab kalem di balik kemudi nya.


" Mas." Senja melotot melihat suami nya


" Papi tidak boleh nakal sama mama Ara." Ara memberenggut, menoleh papi nya yang langsung terkekeh.


" Tapi mama Ara suka kalau papi nakal." Langit mengeringkan mata melirik Senja.


" Papi!!!!." Senja menekankan kata sambil melototi Langit.


" Sayang, jangan dengerin papi ya, papi cuma bercanda." Ucap Senja membelai rambut Ara.


" Ayah habis ada tamu?." Tanya Senja setelah mengalami ayah dan ibu, di susul Langit, ayah dan ibu terlihat masih canggung saat Langit mencium punggung tangan mereka.


" kakak harus bayar uang sewa sama Adam." Tiba tiba Adam datang ikut bergabung di ruang tamu.


" Uang sewa apa?." Ucap Senja bingung.


" Itu kamar Adam penuh dengan kado sama seserahan punya kakak, kata ibu simpan dulu di kamar Adam biar kamar kakak tidak berantakan." Jawab Adam.


Langit tersenyum simpul, menyaksikan drama adik kakak itu.

__ADS_1


" Nih, mas bayar uang sewa nya." Ucap Langit yang mengeluarkan beberapa Lembaran warna merah dari dompet nya.


" Yes Terima kasih mas Langit emang kakak ipar yang terbaik." Adam bersorak senang, Senja hanya menggeleng kan kepala.


Ayah dan Langit lanjut mengobrol sementara Senja dan ibu berada di dapur menyiapkan bahan untuk makan malam.


" Kak, sudah pada makan belum?." Tanya ibu.


" Sudah bu, tadi di rumah mama, oh iya malam ini kita nginap di sini, besok nginap di rumah mama, lusa mau pindah ke rumah baru ma." Jawab Senja.


" Alhamdulillah, kalau begitu kak, rumah kakak ada di mana?." Tanya ibu.


" Dekat kok Bu, jarak 2 rumah sebelum rumah ayah bunda." Ucap Senja


" Kak ini di minum dulu, ibu sengaja bikin ramuan ini, besok pas bangun tidur akan terasa khasiat nya." Ibu menyerahkan gelas berisi jamu.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2