
El berteriak histeris ketika mendengar suara hantaman dan disusul tidak mendengarkan lagi suara suaminya di telpon.
Dia panik dan takut terjadi apa-apa dengan suaminya. Rosa yang baru saja kembali berbelanja terkejut dengan teriakan El yang tidak biasanya.
Dia pun menaruh belanjaannya sembarangan dan berlari menuju rumah El.
"Ya Allah, kenapa mbak El teriak histeris seperti itu." Ucap Rosa dengan berlari.
Rosa pun masuk ke dalam rumah. Untung rumah El pintunya terbuka sehingga membuat dia mudah masuk ke dalam rumah.
"Ya Allah, mbak ada apa?" Tanya Rosa ketika melihat El duduk di bawah lantai sambil menangis terisak.
"Mbak mas Andra mbak.." Jawab El dengan terisak.
"Ada apa dengan om zafran mbak?" Tambah Rosa yang belum paham maksud El.
"Tadi mas Andra telpon saya dan pamit mau menyebrang jalan dan kemudian...hiks...hiks.." Jawab El dengan terisak.
"Kemudian apa mbak?" Tanya Rosa.
"Tadi saya mendengar suara hantaman dan suara mas Andra hilang. Hiks..hiks." jawab El dengan derai air mata.
"Sabar mbak, positif thinking dulu mbak. Kita berdo'a semoga om tidak kenapa-napa." Ucap Rosa menenangkan.
"Hiks..mbak, saya takut mas Andra kenapa-napa mbak." Ucap El
__ADS_1
"Mbak tenang dulu jangan stress." Ucap Risa
"Au..mbak..sakit mbak, perut saya sakit. hiks.... hiks.., tolong mbak perut saya sakit." El merasa perutnya kram.
"Ya Allah mbak, gimana ini." Ucap Rosa yang kebingungan.
"Ada apa ini mbak?" Tanya Nita yang baru saja masuk ke dalam rumah.
Setelah membantu suaminya memakai pakaian, Nita menuju rumah El karena juga mendengar teriakan El.
"Sa...kit mbak .Hiks." Elmerintih memegang perutnya.
"Mbak El mau melahirkan mbak Rosa. Ini ketubannya sudah pecah. Kita harus segera bawa dia ke rumah sakit."Ucap Nita setelah melihat gamis El basah.
"Bawa mobil saya aja mbak, bentar saya akan pamit mas Fajar dan ambil kunci mobil." Ucap Nita berlari menuju rumahnya.
Setelah mengambil kunci dan pamit ke suaminya, Nita kembali ke rumah El.
Di depan dia melihat om Bani yang sedang melintas.
"Om Bani, tolong bantuin angkat mbak El ke mobil saya. Dia mo melahirkan." Ajak Nita.
"Baik tante." Jawab Bani sambil berjalan menuju rumah El.
El pun di gendong Bani masuk ke dalam mobil di ikuti Rosa. Sedangkan Nita berjalan menuju pintu pengemudi.
__ADS_1
"Om Fajar, tolong nanti titip pesan buat mas Radit untuk jemput Rio dan Aha." Pesan Rosa.
"lya mbak Rosa, nanti saya sampaikan."Jawab fajar di depan teras rumahnya.
Saat ini dia sudah bisa berjalan menggunakan kruk. Perkembangan yang pesat untuk dia karena Nita selalu menemaninya terapi.
"Mas, Nita ke rumah sakit dulu. Mas di rumah hati-hati ya."Ucap Nita kepada sang suami.
Setelah selesai berpamitan, Nita menjalankan mobilnya menuju rumah sakit dengan cepat.
El yang merasakan sakit di perutnya hanya merintih dan menangis membayangkan keadaan suaminya yang belum mengabarinya.
"İstighfar mbak, mbak harus kuat." Ucap Rosa menenangkan El dengan ikut mengusap-usap perut El.
Nita sesekali melihat El yang sedang merintih dari spion depan. Dia ikut mengeluarkan keringat dingin melihat kondisi El.
Dirumah sakit, setelah sampai di rumah sakit di turun tergesa-gesa untuk meminta pertolongan suster membawa seorang bapak paruh baya yang mengalami kecelakaan.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1