
" Mas juga bangga mempunyai bunda yang mempunyai hati luas, kesabaran yang tiada Tara, kasih sayang yang tidak bertepi, mangka nya ayah bisa jatuh cinta sama bunda, ayah sangat bucin sama bunda sayang." ucap Langit.
" Dulu ayah juga sempat bertanya tanya sama bunda kenapa bisa memilih tempat ini, kan sayang tahu kalau notaben nya bunda dari keluarga yang terpandang, hal mustahil untuk bunda makan di tempat seperti ini, bunda pun mengatakan hal yang sama seperti apa yang mas ucapkan tadi, akhir nya tempat ini menjadi ayah bunda dan para sahabat nya." cerita Langit.
" Dan kita tidak fanatic tempat yang penting hegenis dan makan nya enak." Lanjut Langit yang sedang merebahkan kepalanya di pangkuan Senja, tiduran miring sambil memainkan ponsel nya.
Suasana warung tersebut tampak ramai pengunjung, kois nya kecil hanya cukup untuk tempat memasak dan 4 meja makan dengan kapasitas 4 orang tiap meja nya. Sehingga memanfaatkan teras toko di kiri dan kanan kios untuk tempat makan lesehan dengan menggelar tikar dan meja kaki pendek, tempat nya sangat bersih karena para pegawai selalu sigap Melayani dan membersihkan nya.
" Papi awas minggir, Ara mau sama mama." Ara mendorong kepala papi nya agar pindah, Langit dengan sengaja menyusup kan wajah nya ke perut Senja dan memeluk pinggang nya erat.
" Mama hiks hiks papi nakal hiks." Pipi gembul Ara kembang kempis mulai terisak.
" Mas bangun ih, seneng banget sih ngerjain kakak." Senja menepuk punggung Langit sambil geleng geleng kepala, Langit langsung bangun dan tersenyum lebar melihat Ara berdiri sambil terisak, Ara langsung menghambur duduk di pangkuan sang mama lalu memeluk Mama senja.
Ayah bunda dan Azell terkekeh menyaksikan kelakuan papi dan anak nya yang beda umur sedang memperebutkan Senja.
" Selamat malam, mohon maaf bila kami mengganggu, kami datang memberi hiburan dan jangan lupa hibur kami dengan imbalan ok."
jeng jeng!!!! Suara petikan gitar sebagai intro dari seorang pemuda yang mengamen di temani rekan nya yang bernyanyi dan memainkan kencreng nya.
Telah ku cuba meminta kasihmu biar menjadi ikatan abadi
Namun apa daya terlerai janji kita
Mungkin takdir yang meminta
Namun apa daya terlerai janji kita
Mungkin takdir yang meminta
Bermusim kita bersama
Menyemai ikatan cinta
Tak mungkin kasihku hilang
Ku kunci hati untukmu
Himpunkan kenangan indah
Simpanlah senda gurauan
Andainya kau kerinduan
__ADS_1
Itulah jadi penawar
Sungguh ku terharu dan pilu
Kasihku semai kau abaikan
Putusnya ikatan cinta
Mungkin tiada jodoh kita
Menangis hati ini
Ku juga bersimpati
Hancurnya harapanku
Maafkan sayang
Kasihmu yang berubah
Aku pun tak menyangka
Itulah alasanmu
Pergilah sayang
Biarlah rindu di kejauhan
Menemani hati yang gelisah
Bermusim kita bersama
Menyemai ikatan cinta
Tak mungkin kasihku hilang
Ku kunci hati untukmu
Himpunkan kenangan indah
Simpanlah senda gurauan
Andainya kau kerinduan
__ADS_1
Itulah jadi penawar
Sungguh ku terharu dan pilu
Kasihku semai kau abaikan
Putusnya ikatan cinta
Mungkin tiada jodoh kita
Menangis hati ini
Ku juga bersimpati
Hancurnya harapanku
Maafkan sayang
Kasihmu yang berubah
Aku pun tak menyangka
Itulah alasanmu
Pergilah sayang
Biarlah rindu di kejauhan
Menemani hati yang gelisah
Telah ku cuba meminta kasihmu biar menjadi ikatan abadi
Namun apa daya terlerai janji kita
Mungkin takdir yang meminta
Namun apa daya terlerai janji kita
Mungkin takdir yang meminta
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...