
" iya dok terima kasih banyak ya ini juga tidak lepas dari bantuan dokter selama ini pada kami terutama pada saya sekali lagi terima kasih banyak dok." kata Yasmin tersenyum lalu menjabat tangan dokter Dimas.
" iya, sama-sama oke sampai bertemu di bulan depan ya." kata dokter Dimas lalu membalas uluran tangan Yasmin dan uluran tangan arka.
" baik dok kami permisi dulu." kata arka dan Yasmin dibalas anggukan oleh dokter di masa lalu mereka pergi meninggalkan ruangan dokter Dimas.
Yasmin dan arka menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan pintu lobby klinik terlihat Roni sedang berdiri di samping mobil menunggu kedatangan arka dan Yasmin sesampainya mereka di depan pintu mobil dengan sikap Roni membuka pintu mobil lalu membantu harga masuk ke dalam mobil setelah itu Yasmin dan Roni juga segera masuk ke dalam mobil.
" Ron kita ke kantor." kata arka.
" oke bos." kata Roni lalu menjalankan mobilnya menuju ke kantor arka.
" hmmmm apa tidak masalah mas kalau Yasmin ikut ke kantor biar Yasmin pulang naik taksi aja ya nggak papa kok mas." kata Yasmin canggung.
" emangnya kenapa kalau kamu pergi ke kantor mas?." tanya arka bingung.
" tidak enak lama apa kata pegawai mas bila melihat ku berada di kantor mas." kata Yasmin gugup sambil menundukkan kepalanya.
" apa yang salah jika istri dari CEO Alfarizi group berkunjung ke kantor suaminya?." tidak ada yang berani protes akan hal itu." kata arka santai.
" haiiiiisssss ini orang tidak peka banget sih sudah tahu status hubungan kita kan tidak dipublikasikan dan yang tahu hanya kecuali keluarga dan teman terdekat kita." gumam Yasmin dalam hati.
" terserah mas aja." kata Yasmin pasrah.
kantor Alfarizi grup
nampak bangunan yang menjulang tinggi mobil arka memasuki perkarangan bangunan tersebut tepat di depan pintu lobby kantor mobil berhenti terlihat security menghampiri mobil lalu membuka pintu mobil di mana di dalamnya sudah ada arka.
kursi roda arka sudah disediakan di depan pintu mobil saat hendak ingin turun security itu ingin membantu arka keluar dari mobil tapi langsung ditahan oleh arka.
" tidak perlu pak biar kan istri saya yang melakukan nya." kata arka dingin Yasmin yang mendengar itu dengan cepat mendekati tubuh arka lalu memegang tangan arka untuk membantu nya berdiri perlahan-lahan arka menurunkan ke dua kaki nya dari dalam mobil ya kini aku sudah mampu menggerakkan kaki nya namun untuk berjalan masih butuh proses penyembuhan.
__ADS_1
Yasmin memegang tangan arka dengan begitu berat agar arka mampu untuk berdiri perlahan-lahan arka melangkahkan kedua kaki nya mendekati kursi roda lalu duduk security yang melihat atasan nya itu yang kini mampu berdiri dan berjalan meski masih tertatih-tatih begitu takjub dia merasa terkejut melihat kesembuhan atasan nya itu.
" Alhamdulillah Tuan sudah bisa berdiri dan berjalan lagi saya turut bahagia Tuan." kata security yang usia nya sekitar 40 tahunan senang dengan mata yang berkaca-kaca arka hanya mengangguk Dan tersenyum.
" wah ini untuk pertama kali nya saya melihat tuan tersenyum setelah peristiwa itu." gumam security dalam hati.
" terima kasih pak tolong doain suami saya agar lekas sembuh ya pak." kata Yasmin tersenyum.
" tuan sudah menikah syukurlah istrinya juga masih muda, cantik dan baik hati." puji security di dalam hati.
" itu sudah pasti nyonya." kata security.
arka dan Yasmin masuk ke dalam perusahaan milik Alfarizi nampak terlihat aktivitas para pegawai di dalam perusahaan tersebut Yasmin merasa gugup karena menjadi pusat perhatian dari para karyawan arka.
" siapa wanita itu ya, selama ini tidak pernah tuan arka membawa wanita ke dalam perusahaan kecuali mantannya yang itu..." kata salah satu karyawati.
" iya bener banget, jadi penasaran siapa sih tuh cewek?" sahut karyawati 2.
" jangan-jangan tuh cewek yang ngejar-ngejar tuan arka kali" kata karyawati 4.
begitulah cibiran cibiran yang harus diterima Yasmin dari para karyawati arka. ada yang memuji dan ada yang menghujat, bahkan kebanyakan tatapan sinis yang Yasmin terima dari para pengagum arka.
Yasmin berusaha untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan tetangga yang tidak jelas, Yasmin tidak ingin menimbulkan kesan buruk bagi diri nya terutama untuk arka karena ini baru pertama kali nya Yasmin menginjakkan kaki nya di tempat kerja arka.
saat mereka memasuki lift khusus, Yasmin baru bisa bernafas dengan lega.
" ada apa?" tanya harga bingung.
" eh nggak ada apa-apa kok mas, cuman..." ucap Yasmin terputus.
" ron, urus mereka yang berani mencibir istriku. berikan sanksi berat kalau perlu pecat mereka" ucap arka tegas.
__ADS_1
" baik tuan" kata Roni menunduk.
saat Yasmin ingin berbicara pintu lift terbuka, lalu arka dan Roni segera keluar dari dalam lift disusun oleh Yasmin. tepat di depan pintu kantor arka Roni membukakan pintu lalu arka, roni dan yasmin masuk ke dalam ruangan kerja arka.
Yasmin dampak aku melihat interior dari ruangan harga begitu elegan dan klasik. arka duduk di depan meja kebesarannya dengan tumpukan berkas-berkas yang akan Arka periksa dan tanda tangani.
" kalau begitu saya permisi tuan nyonya" kata Roni sopan menunduk lalu langkah Roni terhenti saat
" tunggu dulu ron" kata Yasmin gugup lalu Roni membalikan badan.
" ada apa yas" tanya arka lembut.
" mas, tidak bisakah mereka diberi peringatan saja tanpa harus memencet mereka" kata Yasmin gugup karena bagi Yasmin mereka hanya membicarakan sesuatu yang mereka tidak ketahui.
" tidak, bagi siapapun yang menyakiti istriku berarti mereka tidak secara langsung telah merendahkan" kata arka tegas membuang muka.
" mas, kumohon mereka tidak tahu menahu soal hubungan kita ini. cukup berikan mereka teguran saja ya mas" ucap Yasmin menggenggam tangan arka seraya memohon, arka hanya bisa menghela nafas melihat raut wajah istri kecil nya itu yang menurut arka begitu menggemaskan.
" haishhh baiklah jika itu keinginan dari tuan putri ku" ucap arka tersenyum mencubit lembut pipi Yasmin yang begitu chubby, arka rasa begitu menggemaskan.
" terima kasih suamiku" ucap Yasmin tersenyum lalu mencium pipi arka, arka kaget dengan apa yang dilakukan istri kecil nya itu. ini untuk pertama kali nya Yasmin mencium nya dan langsung membuat arka malu pipi nya bersemu merah tapi dia berusaha menetralkan hati dan jantung nya yang dendang ria.
" sekarang udah nakal ya, udah pintar godain mas" kata arka menarik hidung Yasmin hingga merah.
" ihhh, sakit tau mas lagian siapa juga yang godain mas sih" kata Yasmin cemberut mengusap-usap hidung nya yang terasa sakit.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1