
" Dev,,,, kenapa kamu buat keputusan tanpa bicara dulu hmmm, aku ini suami mu, HARGAI AKU." Ucap Langit dengan intonasi penuh penekanan.
" Apa kamu sudah pikirkan jika kamu terpilih itu arti nya kamu akan pindah kota dan tidak bersama ku lagi " ucap Langit.
" Aku bisa pulang tiap akhir pekan sayang, banyak kok yang LDR an but everthing is ok." Jawab Devi.
" Jangan samakan kita dengan mereka, karena dari awal aku punya komitmen dan kamu tahu itu Dev." Langit berbicara setengah berteriak membuat Devi terperanjak kaget, belum pernah ia melihat suami nya semarah itu.
" Sayang, ini masih seleksi belum tentu juga aku ke pilih, kenapa kamu harus marah sih " ucap Devi dengan suara bergetar menahan tangis.
" Ya kamu benar, ini masih selesai tapi kamu salah, kamu salah membuat keputusan sendiri." Langit mencoba menahan amarah nya.
" Pimpinan meminta keputusan sepulang ku dari Surabaya, jadi aku tidak ada waktu untuk bicara pada mu dulu." Jawab Devi lirih sambil menunduk.
" Kamu egois, apa salah seorang istri berkarir?." Tanya Devi.
" Tidak, tidak salah sama sekali, selama dia tidak menyalahi kodrat nya sebagai seorang istri dan sebagai seorang ibu." Ucap Langit
__ADS_1
" Kamu tahu kan permintaan ku Dev, aku hanya ingin kamu harus ada di rumah saat aku pulang kerja, apa susah nya itu Dev." Lanjut Langit.
" Kalau aku tidak mau resign bagaimana?." Tanya Devi.
" Pilihan nya cuma 1, Keluarga atau Karir!." Tegas Langit ia pun berlalu meninggalkan Devi menaiki tangga Devi duduk bersandar memejamkan mata sambil mengurut urut kening nya, ia tidak menduga sama sekali tentang reaksi Langit akan seperti ini, sebenarnya siapa yang egois di sini, aku atau dia. Batin Devi.
Devi pun melangkah kan kaki nya naik menuju kamar, saat pintu di buka tidak nampak suami nya di dalam hanya ada putri nya yang terlelap di dalam box, ia merebahkan badan nya di atas tempat tidur, mata nya menerawang menatap kosong ke langit langit kamar, terlintas kembali perdebatan diri nya dengan suami nya tadi.
Saat menjelang pagi.
Langit baru masuk ke kamar mereka, rupa nya ia memilih tidur di kamar Ara, ia buru buru membuka lemari, mengganti baju nya dengan setelan celana jeans dan kaos, lalu keluar lagi dari kamar nya.
" Bik, suami nya kemana ya?." Tanya Devi menghampiri bik Surti yang sedang mencuci piring.
" Sudah berangkat tadi buru buru sekali neng." Jawab bik Surti.
" Suami ku seperti nya masih marah." Batin Devi. Ia kembali ke meja makan untuk sarapan pagi, mengoles selembar roti dengan selai srikaya.
__ADS_1
...🍀🍀🍀🍀...
Langit memecet bel sebuah apartemen berkali kali, cukup lama ia menunggu akhir nya pintu terbuka dari dalam tampak sesosok laki laki dengan muka bantal sambil mendengus kesal.
" Ckkk, ngapain lu pagi pagi kesini? Ganggu orang tidur saja." Ucap David sambil menggerutu.
Ternyata Langit datang ke apartemen David.
" Gue mau numpang rebahan." Jawab Langit yang nyelonong masuk dan menjatuhkan badan nya ke sofa.
" Lu nggak nyimpen cewek kan di dalam?." Lanjut Langit sambil mata nya melirik ke arah kamar David.
" Sialan lu, gue bukan kucing garong tahu." Ujar David melotot tajam sambil melempar bantal sofa ke arah Langit, Langit dengan sigap menangkap bantal itu sambil terkekeh.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...