Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 99


__ADS_3

" Mas semalam pulang jam berapa, kok aku tidak tahu bangun subuh sudah di kamar." Senja membelai rambut suami nya penuh sayang.


" Maaf sayang, kamu menunggu sampai ketiduran ya, mas baru sampai rumah pukul 22.30 malam, mobil terjebak macet karena jalan banjir, ada beberapa mobil yang mogok jadi menghalangi jalan, ya akhir nya kita hanya bisa rebahan di dalam mobil nunggu derek selesai evakuasi mobil mobil yang mogok.


" Aku khawatir soal nya di telp berkali kali tidak aktif, aku juga telp pak Jaya sama sama tidak aktif." ucap Senja yang tangan nya berpindah ke arah pipi suami nya.


" Iya sayang, ponsel kita sama sama mati, charger di mobil juga lagi trobel, maaf ya sudah bikin sayang khawatir." Langit membalikkan badan nya menjadi telentang, ia ambil tangan istri nya itu dan mencium nya lama, sambil memejamkan mata dan meresapi nya.


" Mas bangun ya, ini kaki ku kesemutan." Senja meringis merasakan kram dan kesemutan.


Langit bangun dari pangkuan Senja, Langit bersandar di sisi tempat dengan kaki di selonjorkan.


" Sini sayang, luruskan kaki nya." Langit menepuk paha nya dan senja menurut, merebahkan kepala di atas paha suami nya, tidur telentang sambil meluruskan kaki, tubuh nya masih berbalut mukena.


Jam 17.00 sore, Langit sudah sampai di rumah, pekerjaan nya hari ini tidak terlalu banyak hingga bisa bisa pulang lebih cepat.

__ADS_1


" Papiiiiiii." Ara turun dari sepeda nya dan berlari menuju papi nya yang baru turun dari mobil. " Sayang." Langit langsung membentang kan ke dua tangan nya untuk meraih Ara.


"Hmmm anak papi sudah wangi." Langit mencium wajah anak nya sampai Ara tertawa terpingkal pingkal.


" Papi geli." Tangan mungil Ara berusaha menahan bibir papi karena gesekan jambang tipis nya yang membuat geli.


" Eh papi sudah pulang." Senja mengelap tangan nya yang basah selesai menyiram tanaman. Ia mendekat lalu mencium tangan sang suami.


" Mama Ara makin cantik saja." Ucap Langit sambil mencium kilat pipi istri nya, lalu merengkuh bahu nya berjalan masuk ke dalam rumah dengan Ara berada di gendongan Langit.


Suara Adzan magrib telah berkumandang dari masjid kompleks, Langit bersiap siap dengan setelah baju Koko nya.


" Sayang, aku nanti pulang nya setelah isya', Ara juga mau ikut." Ucap Langit.


" Oke papi." Jawab Senja.

__ADS_1


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀 ...


Selepas isya', Ara dan Langit datang langsung menuju meja makan, duduk bersisian, mereka bertiga makan dengan lahap, sekali kali teguran di layangkan kepada Ara yang tidak bisa duduk dengan diam, dia makan sendiri sambil di selangi nyanyi nyanyi, bulir bulir nasi berjatuhan.


Ting tong. Bunyi bell rumah.


" Bik Ida kemana ya? Kok tidak di buka." Ucap Langit yang merasa terganggu.


" Biar aku saja mas yang buka, aku sudah selesai juga kok." Ucap Senja, ia langsung beranjak dari duduk nya meraih hijab untuk di pakai nya..


Hayo tebak siapa yang bertamu jam sudah hampir malam.......


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...

__ADS_1


...Happy Reading...


__ADS_2