Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ran 264


__ADS_3

Dan para ibu duduk di jok tengah.


"Aya, besok maen sepeda lagi ya?" Ajak Rio kepada Aya.


"Boleh, tapi Lio jangan tinggalin Aya waktu naik sepeda. Kan Aya nggak bisa kencang-kencang naik sepedanya nanti di malahin daddy kalau jatuh." Jawab Aya.


"Ok Aya. Nanti Rio nggak ninggalin Aya lagi. Tapi Aya juga jangan ajak Raiyan. Kan Rio nggak suka." Ucap Rio dengan nada cemburu ala-ala bocah.


"Idih,bni anak bisa juga cemburu. Salah nyidam apa aku dulu mbak, kok bisa anakku umur segini udah tahu cemburu segala." Ucap Rosa yang mendengar nada cemburu putranya.


"Namanya juga anak-anak mbak,mungkin Rio merasa nyaman sama Aya waktu main jadi dia nggak suka kalau di ganggu teman yang lainnya."Jelas El.


"Kayaknya kalau anak kita sudah besar, kita jadi besanan ni Suh." Ucap Radit kepada zafran yang sedang fokus mengemudi.


"Masih lama tu suh, anak kita juga baru piyek udah bahas besanan segala." Jawab zafran yang jengah dengan teman satu angkatannya ini.


Sejak dulu zafran memang sudah terkenal dengan kebanyolannya yang membuat teman-temannya senang jika berada di dekatnya.


Dan sifatnya ini tak pernah berubah sampai saat ini. Tak terasa mobil yang di kendarai zafran sudah sampai di parkiran rumah sakit dimana Fajar di rawat.


Mereka turun bersama setelah mobil terpakir. Kemudian berjalan masuk ke dalam bersama-sama. Di dalam, ada area Playground khusus anak-anak yang diajak berkunjung ke rumah sakit.

__ADS_1


Di sana juga ada security yang membantu mengawasi anak-anak yang di tinggal orang tuanya menjnguk pasien.


Ada ayunan, puzzle dan beberapa mainan lainnya.


"Aya sama Rio tunggu sini dulu ya dan jangan kemana-mana. Kita mau jenguk om Fajar dulu sebentar. Karena kalian masih anak-anak jadi tidak boleh masuk." Jelas El kepada Aya dan Rio.


"Siap tante, nanti Rio jaga Aya deh." Jawab Rio.


"Terima kasih sayang,tante percaya sama Rio." Tambah El.


"Mommy, Aya kesana dulu ya sama Lio." Pamit Aya menunjuk area permainan.


"lya sayang, hati-hati ya." Jawab El


Aya dan Rio pun berjalan menuju area bermain. Disana, El dan Rosa meminta tolong kepada security untuk mengawasi sebentar putra dan putrinya.


Untung disana tidak ramai dengan anak-anak jadi security Iebih mudah mengawasi Rio dan Aya.


Setelah zafran dan Radit bertanya kepada bagian informasi tentang keberadaan Fajar, mereka menghampiri istri mereka untuk segera menuju ruangan Fajar.


Menurut informasi, Fajar sedang menjalankan operasi. sehingga mereka pun berjalan menuju tempat operasi pasien setelah selesai menitipkan Aya dan Rio.

__ADS_1


Mereka berjalan beriringan, tampak di depan ruang operasi ada 2 wanita yang sedang menunggu Fajar.


"Mbak Nita.." Panggil El dan Rosa bersama setelah sampai disana.


Mereka melihat Nita dalam keadaan kacau dengan menangis terisak.


Nita pun mendongakkan wajahnya setelah mendengar namanya di panggil.


Nita sedang berdiri dengan di dampingi Riri.


"Mbak El.....Hiks..hiks.."Ucap Nita berlari menghampiri El.


Sikap yang biasanya arogan ketika bertemu El pun hilang entah kemana.


Yang ada hanya tangisan yang memilukan meratapi beban yang di pukul nya.


"Sabar ya mbak, pasti om Fajar di berikan kesembuhan. Dan pasrah kan kepada Allah mbak, Ikhlas kan ini cobaan dari -Nya." Nasehat El menenangkan dengan memeluk Nita.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2