
" Kak ini di minum dulu, ibu sengaja bikin ramuan ini, besok pas bangun tidur akan terasa khasiat nya." Ibu menyerahkan gelas berisi jamu.
" Apa ini Bu?." Senja mengedus aroma nya.
" Sudah di minum saja, biar Kakak tidak pegal pegal dan sakit." Ibu tersenyum simpul menatap Senja.
Senja memalingkan wajah nya malu, ibu nya seolah olah tahu apa yang terjadi.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Langit melihat setiap foto yang terpajang di dinding kamar Senja. Mereka kini sedang berada di kamar setelah makan malam bersama.
" Sayang, kamu lucu banget sih, ini usia berapa?." Langit memperlihatkan foto bayi dalam pose merangkak sambil tersenyum lebar menampilkan ke dua lesung pipi nya.
" Hmmm itu sekitar usia 6 bulan mas." Jawab Senja.
__ADS_1
" Jadi dari kecil sudah punya lesung pipi ya." Tanya Langit terus meneliti foto foto masa kecil istri nya.
" Bukan dari kecil mas, tapi sejak lahir." Jelas Senja tersenyum geli.
" Ini waktu SD kan? Mas masih ingat baju baby doll ini, dan foto ini waktu sayang SMP yang masih sering mas jahilin." Tebak Langit, mata nya berbinar menatap Senja.
" Wah wah mas Langit pangan ingatan juga ya, aku tuh sebel dan jengkel sama mas, colok colok pipi segala, sampai nangis ngajak ayah pulang." Senja mencibik, mengingat kenangan dulu.
" Ha ha habis sayang ngegemesin sih, sayang tidak nyangka ya kita akan berjodoh, kalau tahu begini kenapa tidak sejak dulu." Ucap Langit yang memeluk Senja dari belakang dengan mencium tengkuk Senja.
" Jangan menyesali takdir mas, memang begini sudah begini jalan yang harus di lalui mas, lepas mas, nanti Ara lihat gimana hayo coba." ucap Senja yang mengurai pelukan Langit.
" Mas, ada adik." Senja mencubit tangan suami nya itu, hati nya bersorak senang, malam ini aman.
Malam ini untuk pertama kalinya mereka tidur bertiga arah tidur di sisi ranjang yang rapat dengan tembok memeluk Mama senja langit memeluk istrinya dari belakang mereka tidur dalam damai dengan bahagia terpancar dari wajahnya mereka.
__ADS_1
Adzan subuh terdengar berkumandang bersahutan dari masjid-masjid senja sudah menyiapkan sarung dan baju koko untuk suaminya salat ke masjid.
" Dingin ya mas maaf di sini nggak ada water heater kalau mau mandi air hangat harus masak air terlebih dahulu." Senja memperhatikan langit yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
" Tidak apa-apa sayang mandi subuh bagus pakai air dingin bagus untuk kulit dan daya tahan tubuh." Langit langsung memakai baju yang sudah disiapkan.
" Mas ke masjid dulu yank." Ucap Langit yang bergegas keluar dari kamar Senja, Langit berangkat ke masjid bersama dengan Ayah Asep dan Adam, mereka ber tiga ke masjid hanya berjalan kaki, karena letak masjid tidak jauh dari rumah.
Senja membetulkan selimut yang melorot dari tubuh arah tadi malam beberapa kali dirinya terjaga saat arah menendangnya karena tidurnya berputar-putar ditambah suaminya mendekap erat dari arah belakang.
Sungguh sebuah pengalaman baru untuknya yang mungkin akan menjadi kebiasaanku untuk kedepannya.
Benar apa yang di katakan oleh ibu, pagi ini tubuh Senja merasa bugar setelah sore kemarin meminum ramuan, rasa sakit dan bengkak di bagian intim nya pun memudar, selesai sholat dan mengaji, Senja keluar dari kamar nya menuju dapur.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...