
" Mama..." Ara terbangun, menatap mama dan papi nya dengan kesadaran yang belum penuh.
" Tuh kan mas, Ara jadi bangun deh." Senja beringsut pindah ke samping Ara lalu mengecup kening nya.
" Emang sudah waktu nya bangun kok." Langit membela diri, sambil ikut mencium pipi anak nya itu.
" Ayo pipis dulu dan cuci muka, nanti mama bikin susu buat adik." Senja duduk dengan menyerongkan ke dua tangan nya.
Ara langsung menurut, tangan mama di raih nya sampai badan nya ke angkat, Senja langsung menggendong nya ke kamar mandi.
Langit menyunggingkan senyum melihat interaksi anak dan istri nya itu, hati nya membuncah bahagia, ia tidak pernah sekali pun merasakan kebahagiaan di saat ia menikah dengan Devi dulu.
" Yah, besok kami akan pindah rumah, masih satu blok dengan rumah bunda, besok ayah dan ibu jangan lupa datang ya." Ucap Langit di sela sela sarapan roti nya.
" In Sya Allah nak, jam berapa mau syukuran nya?." Tanya ayah Asep sambil menyeruput kopi nya.
" Setelah Ashar yah, karena mau beres beres dulu, nanti siang juga mulai berkemas pakaian." Jawab Langit
Siangnya mereka pamit kepada ayah dan ibu menuju rumah baru di jok belakang dan bagasi mobil langit terisi penuh ada koper baju kado yang belum dibuka. Serta satu koper barang hantaran yang sudah di buka dari kotak kotak nya. Saat ini mereka memasuki rumah 2 lantai dari mas kawin.
__ADS_1
" Masya Allah bagus sekali mas rumah nya." Ucap Syukur Senja yang memandang takjub setelah berkeliling dari bawah sampai atas.
Kini mereka sedang di kamar utama, selesai memasukkan pakaian mereka ke dalam lemari.
" Baju mas sama Ara mau di bawa kapan?." Tanya Senja.
" Hmmm besok saja deh, sekalian kita beli furnitur untuk ruang kerja di bawah." Jawab Langit.
" Sayang, tahu tidak bunda sama mama tuh yang paling antusias menginginkan mu jadi menantu, mama dan bunda yang paling antusias memilihkan rumah ini untuk kita." Langit memeluk Senja dari belakang yang menyandarkan kepala nya di bahu nya, mereka berdiri di depan jendela balkon yang terbuka, menikmati terpaan angin.
" Yank, mumpung Ara bobok olah raga siang yuk." Tangan Langit sudah menjelajah di pantat Senja yang padat dan berisi.
Langit buru buru akan menggendong Ara, tapi ponsel di saku nya berbunyi, ada nama bunda di layar ponsel Langit.
" Assalamualaikum ma." Ucap salam Langit.
" Waalaikumsalam, nak kamu lagi Dimana?." Tanya bunda di seberang sana.
" Di rumah baru Bun, ada apa ?." Tanya langit.
__ADS_1
" Kalian ke sini sekarang ya, di sini lagi pada kumpul semua dan pengen ketemu kalian ber tiga, ya sudah bunda tunggu, Assalamualaikum." Ucap bunda lalu memutuskan telepon secara sepihak.
Langit menarik nafas berat, melirik Senja yang sedang memperhatikan nya.
" Gagal yank...." Senja hanya mengulum senyum.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Sesampai nya di rumah bunda dan ayah.
" Assalamualaikum." Ucap Langit dan Senja saat memasuki rumah sang bunda.
" Waalaikumsalam." Ucap semua orang yang ada di dalam rumah.
"Kalian jadi kan nginap di sini." Sambut bunda saat mereka baru saja duduk di sofa sebelah sang bunda setelah mencium tangan ayah, bunda, mama dan papa.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...