
πMe. " Sebentar, yank aku masih kangen, VC saja ya?."
π Senja. " Jangan ah, aku sudah pakai piyama pendek.".
πMe." Yank jangan menggoda ku."
πSenja " Ishhh kambuh deh mesum nya, sudah ah sampai ketemu besok mas Langit ku π."
πMe. " Yank, love you so much."
πSenja. " Me too."
Ke esokan hari nya.
Langit berada di toko Senja untuk melihat 2 orang yang ia cintai saat ini.
" Assalamualaikum." ucap Langit setelah sampai di depan toko Senja.
" Waalaikumsalam." jawab 2 pegawai Senja.
" Mbak Senja ada di atas pak, ada adik Ara juga." ucap Dina.
__ADS_1
" Iya, terima kasih." ucap Langit, lalu melangkah kaki nya menuju lantai 2.
" Hai sayang." ucap Langit memanggil ke dua wanita Yang sedang bercengkrama dengan tertawa yang begitu renyah.
" Papi." ucap Ara setelah mendengar suara papi nya.
Ara langsung berlari dan meminta gendong papi nya, Ara memberi ciuman di wajah papi nya secara keseluruhan.
" Tadi sedang ngapain sayang, kok suara tertawa Ara terdengar sampai bawah hmmm." tanya Papi Langit.
" Tadi mama sedang tebak tebakan sama Ara Pi, Ara kalah, jadi mama gelitikin perut Ara." jawab Ara.
" Oh, Ara rindu tidak sama papi?." tanya papi Langit
Papi Langit mengerutkan dahi nya, siapa yang memberi ucapan seperti itu.
" Ara tahu dari siapa kalau rindu itu berat?." tanya papi Langit.
" Kata Om Arion Pi." jawab Ara
" Buset dah, adik gue ngajarin yang aneh aneh pada Ara " batin Langit.
__ADS_1
" Yank, gimana sudah pesan kartu undangan nya?." Tanya Langit pada Senja.
" Rencana nya hari kalau mas sibuk biar aku sama Cika saja ya pergi nya sekalian mau hunting souvernir." Jawab Senja.
" Iya yank maaf ya tidak bisa menemani, pekerjaan mas pasti numpuk karena dua hari tidak masuk ke kantor, Ara titip kan saja ke Oma nya kalau repot." Ucap Langit.
" Ara mau ikut Mama saja, tidak mau sama Oma." Ara mengutarakan protes nya, rupa nya anak ini sedari tadi memperhatikan percakapan papi dan mama nya
" Tidak apa apa mas, sekalian mau di ajak main ke time zone, biar mengenal lingkungan pergaulan anak anak se usia nya." Jawab Senja.
" Oke sayang, mas ikut saja baik nya bagaimana, ini kartu pegang sama kamu ya, segala keperluan untuk persiapan pernikahan kita bayar dengan kartu ini, juga untuk keperluan sayang sama Ara, pin nya tanggal, bulan dan tahun lamaran kita, jangan pakai uang sayang ok." Langit memberikan salah satu kartu debit dari deretan kartu yang ada di dompet nya.
Senja menerima nya tanpa protes, semakin hari sedikit demi sedikit mulai memahami sifat calon suami nya itu, di antara nya tidak mau di bantah.
" Papi kerja dulu ya sayang, Ara jangan rewel sama mama, kalau rewel nanti tidak boleh bobok lagi sama mama, mama bobok nya sama papi." Langit mengecup kening putri nya, lalu tersenyum melirik Senja yang tengah melengos setelah mendengar ucapan dari calon suami nya
" No no no papi, Ara tidak rewel, dan papi tidak boleh bobok sama mama." Ara mengerucutkan bibir nya merasa marah dengan Papi nya, yang akan merebut mama nya dari diri nya.
...π·π·π·...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...