
Fajar pun keluar untuk meminta izin kepada suster untuk membawa sang putri ke ruangan istrinya.
Setelah beberapa saat, fajar masuk dan membawa Acha dalam gendongannya.
"Cucu oma,opa."Ucap bu Rahma lembut dengan mendekati Acha.
Fajar pun menyerahkan baby Acha kepada ibu mertuanya.
"Cantiknya cucu oma." Ucap bu Rahma dengan mencium pipi baby Acha.
Pak Wijaya pun mendekat ke arah sang istri yang menggendong cucu mereka.
"Aduh...duh... cucu opa cantik mirip namanya." Tambah pak Wijaya memuji sang cucu.
"Siapa namanya nak?" Tanya pak Wijaya kepada Nita dan fajar. "Acha pa, Valery Acha Rumaisha."Jawab fajar
"Papa tidak setuju." Tolak pak Wijaya dengan nada tegas.
Deg..
Fajar dan Nita saling berpandangan dan takut kepada sang papa.
"Papa tidak setuju jika di belakangnya tidak di beri nama papa."Tambah pak Wijaya dengan tertawa.
Dia sangat senang bisa mengerjai sang menantu yang wajahnya berubah pucat.
Semuanya pun lega dan tertawa mendengar godaan pak Wijaya.
__ADS_1
"lya pa, kami akan menambahkan nama papa di belakang nama putri kami."Jawab fajar
"Terima kasih ya Allah Engkau telah memberikan kebahagiaan kepada putriku. Jagalah mereka agar selalu menjadi keluarga yang bahagia seperti ini."Do'a pak Wijaya yang melihat anak dan Menantunya tersenyum bahagia.
1 jam kemudian
pak Wijaya dan Bu Rahma pamit untuk pulang, Karena pak Wijaya masih ada pekerjaan, dan mereka berjanji kalau besok akan datang lagi.
Nita membaringkan tubuh nya di tempat tidur pasien, mungkin efek dari kelelahan saat melahirkan tadi, sedangkan fajar duduk di kursi yang berada di sebelah Nita.
dreet.... dreet .. dret ponsel fajar berdering
fajar mengambil ponsel nya dan melihat ada nama Tomi di layar ponsel nya.
" siapa mas?." tanya Nita yang melihat suami nya tidak segera mengangkat telepon
" Tomi sayang." jawab Fajar.
" Baik lah." jawab Fajar.
fajar langsung menekan ikon warna hijau di ponsel nya.
" Hallo." ucap Fajar.
" Lama sekali." ucap Tomi.
" Sorry Tom, ini lagi di rumah sakit." ucap fajar.
__ADS_1
" Ada apa?." tanya Tomi.
" Nita, istri ku melahirkan." ucap Fajar.
" Selamat bro, ponakan ku boy atau girl?." tanya Tomi.
" girl bro, terima kasih." jawab Fajar.
" pasti cantik, tapi maaf bro, aku belum bisa ke sana, untuk melihat keponakan ku." ucap Tomi dengan sedih.
" tidak apa apa, oh iya tadi kamu telepon ada apa?." tanya Fajar.
" oh iya hampir lupa, ini aku mau katakan kalau kondisi Mona saat ini sudah sembuh, dan total, tapi sekarang masih proses penyembuhan, kemungkinan 2 atau 3 bulan lagi kita akan kembali ke sana." ucap Tomi.
" Alhamdulillah, kalau begitu, untuk Ben, kamu tenang saja, dia sehat bahkan pipi nya tambah gimbul saat ini.' ucap fajar.
" Aku percaya kalau kamu dan Nita bisa merawat Ben dengan baik, dan ada 1 hal lagi bro yang mau aku kasih tahu kan ke kamu." ucap Tomi.
" apa, katakan, jangan sungkan dengan ku." ucap fajar.
" Apa kamu masih ada perasaan terhadap Mona?." tanya Tomi kepada Fajar, bahkan Nita pun bisa mendengar apa yang di ucapkan oleh Tomi di seberang sana.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
Jangan lupa mampir di cerita ku yang lain ya kakak kakak semua