
" Tante siapa?." tanya Ara pada Devi.
" Sayang, ini mami nya Ara." ucap Devi
Ara yang tadi nya berada di peluk kan Devi segera melepaskan diri dan menggeleng kan kepala nya.
" Ara tidak punya mami, Ara cuma punya mama Senja." jawab Arab yang berlari menuju dimana Senja berada.
" Benar sayang, ini mami nya Ara, sini sayang." ucap Devi yang meminta Ara mendekat kepada nya.
Namun Ara tetap menggelengkan kepala nya dan memeluk Senja semakin erat.
Senja akhir nya membalas pelukan Ara, ia tahu betul kalau saat ini putri sambung nya itu sedang ketakutan, Langit yang paham dengan hal ini langsung maju beberapa langkah ke arah Devi.
" Dev, maaf bukan nya aku ngusir kamu, tapi ini sudah malam, kamu mau istirahat." Ucap Langit yang melihat istri dan anak nya yang sudah tidak nyaman
__ADS_1
" Tapi mas, aku kangen sama Ara, kenapa Ara tidak mengenali ku?." ucap Devi yang merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat barusan, anak yang ia kandung Selema 9 bulan, sekarang dengan begitu mudah nya melupakan nya.
" Dev, tolong jangan buat keributan di rumah ku." ucap tegas Langit.
" Kenapa mas, kenapa mas malah marah pada ku, seharusnya aku yang marah, anak yang aku kandung selama 9 bulan, sekarang malah membuat dia melupakan ku." ucap Devi dengan berteriak.
" Dev, cukup kamu jangan berteriak di sini, ini sudah malam sebaik nya kami segera keluar dari rumah ku, mengenai Ara kamu akan kita bahas besok, dan sekarang silahkan keluar dari rumah ini." ucap Langit pelan tapi penuh dengan penegasan.
" Kamu berubah mas, mana mas Langit yang aku kenal dulu, mana yang selalu mendahulukan keinginan ku, mana mas Langit yang sabar dulu, apa gara gara istri baru kamu mas yang telah merubah kamu dan Ara." ucap Devi sambil melihat ke arah Senja.
Devi yang di acuhkan langsung menghentak ke dua kaki nya melangkah keluar dari rumah mantan suami nya.
" Akan aku buat kamu menyesal mas, karena telah mengacuhkan ku." ucap Devi sambil berjalan keluar.
Sedangkan Langit menggendong Ara membawa masuk ke dalam kamar putri nya itu, tidak lupa Langit juga menggandeng tangan Senja.
__ADS_1
" Pi, Ara anak nya mama Senja kan? Ara bukan anak Tante Tante tadi kan?." tanya Ara setelah berada di atas tempat tidur nya.
" Sayang dengerin papi, kamu anak nya mama Senja, tapi Tante tadi juga mami nya Ara, mami yang melahirkan Ara, apa Ara sama sekali tidak kenal dengan mami Devi?." tanya Langit pada Ara.
" Tidak Pi, tapi Ara tidak mau jadi Putri nya Tante tadi, mama nya Ara cuma mama Senja." ucap Ara dengan air mata yang sudah membasahi ke dua pipi nya.
Senja yang berada di situ membelai rambut Ara menyalurkan kasih sayang nya agar Ara tidak merasa sendiri, sedangkan Langit sudah berbaring memeluk Ara.
Setelah Ara sudah mulai tenang dan mata nya terlelap Senja melepaskan tangan nya.
" Mas, aku mau ke kamar dulu." ucap Senja dengan wajah datar nya.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...