
Membuat El tambah panas melihatnya. Bagaimana perasaan El ketika kembali dari mengantar putrinya ke toilet dan ingin menemui suaminya yang sedang menebus vitamin di apotik, ternyata malah berduaan dengan Mona.
Entah mengapa dirinya saat ini tidak bisa mengontrol emosinya. Seperti bukan dirinya yang selalu sabar meskipun tertindas.
El menggandeng Aya dan berjalan cepat untuk bergegas menemui suaminya agar tidak berlama-lamaan bersama Mona.
Tap..tap..
bunyi sepatu El yang bergesekan dengan lantai keramik rumah sakit.
"Mas, vitamin nya sudah di ambil?" Ucap El manja yang dia buat setelah mendekati Zafran.
"Ini sudah saya g ."Jawab zafran dengan menunjukkan kantong plastik berisi vitamin El .
"Ya sudah ayo pulang Ifa capek dan ni Anak Kita di perut juga ingin cepat-cepat istirahat." Tambah El dengan menekankan kata anak di perut El untuk mamanas-manasi Mona.
Mona pun terkejut ketika El mengucapkan kata anak di perutnya.
Dia tidak menyangka secepat itu El hamil.
Kemudian dia bersikap biasa saja dengan sedikit tersenyum ke El.
__ADS_1
"Eh ada mbak Mona, tugas disini ya mbak?" Sapa El dengan memegang lengan suaminya.
"İya aku tugas di sini." Jawab Mona sedikit ramah tak seperti biasanya.
Mungkin karena ada zafran jadi dia berpura-pura ramah kepada El.
"Ya udah ayo kita pulang." Ajak zafran dengan menggandeng alih Aya.
"Mari dokter Mona kami permisi dulu." Tambah zafran berpamitan dengan Mona.
El tersenyum tipis tanpa mau ikut berpamitan dengan Mona. Rasanya ia ingin mencabik-cabik suaminya yang bisa-bisanya masih berpamitan dengan Mona wanita yang pernah membuat dia salah paham dengan zafran di hadapannya.
"Silahkan mas zafran."Jawab Mona dengan manisnya.
Setelah mereka agak jauh dari pandangan Mona, El pun melepaskan gandengan tangan dari suaminya. Dia masih dongkol dengan keramahan zafran kepada El.
Dia bergidik ngeri bagaimana jika zafran berpaling darinya ketika perutnya sudah membuncit dan badannya melebar seperti ibu-ibu yang tadi dilihatnya.
El berjalan cepat dan ingin segera sampai mobil.
"Dek pelan-pelan jalannya dek." Nasehat zafran ketika melihat Salma berjalan seperti akan berlari. Dia heran dengan sikap istrinya yang berubah.
__ADS_1
Dia heran dengan sikap istrinya yang berubah,
El pun tak mengubris perkataan suaminya.
Dia tetap melangkah cepat menuju dimana mobil mereka terpakir. Sedangkan Aya, dia sudah berada di gendongan Daddy nya.
Setelah zafrqn membuka pintu mobil bagian belakang dan mendudukkan Aya disana, El pun mengikuti untuk duduk bersama Aya.
"Loh dek kok duduk di belakang?" Tanya zafran yang heran dengan sikap istrinya.
"Lagi pingin di belakang." Jawab El ketus.
Akhirnya zafran pun mengalah. Dia membiarkan El untuk duduk di belakang tanpa berdebatan.
"Apa ini yang di jelaskan ibu kemarin bahwa mood ibu hamil akan berubah-ubah? ah rasanya baru tadi dia tersenyum bahagia dan sekarang dia seperti singa betina yang kelaparan. Apa ini juga yang terjadi pada Aisyah di saat hamil Aya. Ah maafkan aku Aisyah yang dulu tak bisa mendampingimu di saat masa kehamilan Aya karena harus tugas di luar. Mungkin banyak hal yang kamu lalui sendiri tanpa kehadiranku. Dan saat ini aku baru merasakan menghadapi istri yang sedang hamil."Ucap zafran lirih dalam hatinya.
Ya dulu ketika istri pertamanya hamil Aya, zafran tak bisa mendampinginya dari awal kehamilan hingga melahirkan dikarenakan dia harus Satgas di daerah konflik. Dan Aisyah melahirkan dengan cara yang berbeda dengan wanita wanita yang lain nya, dimana Aisyah mengalami kecelakaan dan kondisi nya kritis, Itulah yang membuat penyesalan yang sangat besar untuk zafran.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....