
Tidak mau! Ario tidak mau." Tolak Arion dengan tegas dan ingin pulang. Arka, Ran, Langit, Cakra dan Rendra juga ikut ikutan menolak.
Ayolah jagoan ayah, tidak sakit, rasa nya seperti di cubit sedikit. Bujuk rayu Ray. Rendra, mau ya, kita sudah sampai di sini, malu kan kita kalau pulang." Adit juga membujuk Rendra. Ayah saja, kami tidak!." Kekeh Arion. Ayah sana masuk, kalau tidak sakit, ayah keluar seperti itu, dengan tidak menangis, nanti kami baru mau khitan." Ucap Arion lagi. Ray menatap ke empat sahabat nya, mereka semua menganggukkan kepala bersama mengisyaratkan kalau mereka setuju dengan apa yang di minta oleh Arion.
Ke empat ayah menatap wajah anak anak mereka masing masing.
" Ray bagaimana cara nya, tapi kalau kita ikut khitan lagi, habis Ray." ucap Adit.
" Iya Ray, apa kamu tidak kasihan, aku lagi progam menambah momongan, kalau Ovi tahu punya ku tambah pendek, bisa bisa puasa lama aku." ucap Wildan.
" Kalian itu semakin tua kenapa semakin bodoh, kita minta tolong saja pada perawat untuk menunggui anak anak kita, kita berlima masuk bersamaan di ruangan dokter dan kita keluar berpura pura seperti habis di khitan, beres kan." ucap Ray.
Ke empat sahabat nya baru paham apa yang di utarakan oleh Ray, tadi mereka mengiyakan hanya setengah hati, mau maju takut punya mereka di potong lagi, mau mundur malu sama anak anak mereka masing masing, pasti mereka akan mengejek habis habisan, dan akan memberitahukan pada mama mereka saat tiba di rumah.
__ADS_1
" Tapi apa mereka percaya?." Tanya Adit .
" Kita pakai sarung juga, agar mereka percaya." Kata Ray.
Ray mendekati tempat anak anak duduk.
" Oke anak anak kami sebagai ayah terkuat, akan di khitan duluan bersama, setalah kami keluar kalian yang masuk ya para jagoan." Kata Ray.
" Betul apa ayah berani?." Tanya Arion.
" Sarung ayah mana?." Tanya Arion.
" Sebentar lagi mang Asep akan mengantarkan sarung ke sini." Jawab Ray
__ADS_1
Sebelum mereka mendatangi anak anak nya, tadi Ray sempat menelepon Asep untuk membeli sarung dewasa berjumlah 5, Asep sempat bertanya pada majikan nya itu, untuk apa membeli sarung banyak, Ray menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Asep, akhir nya Asep paham.
30 menit Asep datang membawa pesanan yang telah di minta oleh Ray.
Ray dan ke empat sahabat nya masuk ke dalam dan anak anak di temani oleh 3 perawat dan Asep
Tidak menunggu lama Ray keluar dari ruangan sang dokter, terlihat kalau Ray keluar dengan memakai Sarung, berikut nya, Adam, Wildan, Tio dan terkahir Adit.
Akhir nya anak anak mereka percaya kalau ayah mereka juga telah di khitan, sekarang ganti para anak anak yang masuk ke ruangan untuk ikut di khitan.
Setelah selesai semua nya, mereka berjalan bersamaan, mereka menjadi pusat perhatian orang, ada yang tertawa secara terang terangan, dan ada yang tertawa secara diam diam, takut memandang wajah ke ke lima yang dingin dan datar, sedangkan jagoan nya mengikuti ayah mereka dengan wajah manyun, karena mereka mendengar bahwa ayah mereka tidak di khitan seperti mereka.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...