Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 69


__ADS_3

" Ehmm begini pak Asep, saya akan melamar Senja secara resmi dengan membawa keluarga. In Syaa Allah waktu nya hari Minggu besok." Ucap Langit


" Berarti 5 hari lagi nak Langit." Ucap Pak Asep.


" Betul pak." Jawab Langit dengan mengangguk kan kepala nya.


" Bagaimana kak siap?." Tanya ayah yang melihat Senja di samping nya.


" Kakak terserah ayah saja." Ucap Senja.


" Baik lah nak Langit, bapak tunggu kedatangan nya di rumah." Sahut ayah, seulas senyum bahagia tersungging di bibir nya.


" Baik lah, semua nya sudah mendengar keinginan langit Dan disambut baik oleh keluarga senja sekarang saatnya menikmati makanan yang sudah di hidangkan silakan kan." ayah Ray dan papa mengakhiri obrolan resmi.


Semua orang di private room menikmati makan siang dengan bahagia, diselingi dengan canda tawa. Siapa lagi orang yang jadi bahan bercandaan dan digoda kalau bukan Langit dan Senja.

__ADS_1


Ekspresi langit dalam menanggapinya wajahnya datar-datar saja, beda dengan senja yang jadi tersipu malu mengeluarkan rona merah di pipinya. Bunda Meisya mendekati senja yang sedang bermain dengan Ara.


" Senja, acara lamaran nya mau di hotel atau di gedung? Biar bunda yang urus semua nya hari ini untuk di booking." Ucap bunda dengan antusias.


" Tidak Bun, saya mau acara nya di rumah saja, sederhana saja tidak apa apa kan Bu?." Ucap Senja.


" Baik lah kalau itu mau kamu di rumah, bunda tidak masalah kok " ucap bunda Mesya.


Setelah selesai dengan makan serta bercanda, semua nya pamit undur diri dan hanya meninggalkan Langit dan Senja, tadi Langit sempat meminta ijin agar Senja pulang di atar oleh Langit, karena ada keperluan sedikit untuk mereka berdua.


" Sayang, bisa ikut ke kantor ku dulu ya sebentar, ada berkas yang mau saya tanda tangani dulu." Ucap Langit. " Iya." Jawab Senja.


" Sayang, kenal kan ini Nina seketaris ku." Langit berhenti sejenak di depan meja sekretaris nya.


Nina yang sudah berdiri langsung keluar meja menyapa Senja.

__ADS_1


" Perkenalkan saya Nina Bu." Nina mengulurkan tangan nya dengan senyum ramah.


" Saya Seja, panggil nama saja tidak usah pakai ibu." Senja menyambut uluran tangan Nina dengan tersenyum hangat.


Nina tidak menjawab hanya mengangguk kan kepala nya karena Langit sudah berjalan terlebih dahulu untuk masuk ke ruangan nya.


" Sebentar ya, aku selesaikan beberapa berkas dulu." Ucap Langit setelah menidurkan Ara di kamar tempat biasa nya ia istirahat.


Senja yang duduk di sofa hanya menjawab dengan mengangguk kepala nya saja sambil mengedarkan pandangan nya, menyapu seluruh ruangan kerja Langit yang luas dan berkombinasi cat abu abu.


Sejak lamaran di rumah sakit beberapa tahun yang lalu, sebenar nya Langit ingin segera untuk menikahi Senja, tapi ia merasa ikut larut dalam kondisi adik nya, jadi ia mengurungkan niat nya dan untung saja Senja bisa menerima hal itu, semakin hari mereka lengket saja, nama panggilan saja sudah berubah, yang dulu pak jadi mas, yang dulu Senja sekarang sudah sayang.


Ke dua keluarga yang melihat hubungan mereka semakin lengket mau tidak mau keluarga mendesak agar segera menikah, memang mereka tidak pernah jalan berdua, terkadang Azell ikut atau Sasi jadi tidak akan ada timbul fitnah.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2