
" Bener itu kata mbak senja kak." Yasmin masih mencoba membujuk.
" benar kata saudaramu nak, coba kamu buka lagi hati kamu, ayah sebenarnya tidak ingin mendesak kamu tapi kamu masih muda membutuhkan melanjutkan hidupmu apalagi putrimu yang saat ini butuh sosok seorang ibu." kata ayah ikut menasehati putranya.
" Iya iya nanti zafran pikirkan, kalau begitu zafran pamit dulu ke kamar." wajah zafran pun berubah sendu lebih baik ia menghindar karena hatinya masih belum bisa melupakan almarhumah istrinya.
" Aya, daddy ke kamar dulu ya, kamu main sama saudara-saudara dulu." ucap zafran pada putrinya dan berjalan menuju kamarnya.
Ayah, bunda beserta putra dan putri nya merasa bersalah, mereka pun diam beberapa saat.
" Biarkan adik kalian menenangkan diri dulu bunda yakin suatu saat pasti adik kalian mau membuka hatinya." Ucap bunda untuk mencairkan suasana.
Semua pun menganggukkan kepalanya dan kembali bercengkerama meskipun ada rasa yang mengganjal terutama Yasmin.
sedangkan zafran ia terpenuhi dalam kamarnya dengan memandang foto almarhum istrinya dengan wajah tersenyum dan matanya meneteskan air mata ia berbicara dengan mengusap wajah istrinya.
" Dek apa yang harus mas lakukan dik mas sangat mencintai adik tapi mas juga tidak ingin melihat anak kita bersedih." ucap zafran yang berada di atas tempat tidur nya.
__ADS_1
Kediaman El.
Malam minggu ini Arin beserta keluarganya berkunjung ke rumah orangtuanya suaminya mendapat undangan dari kliennya yang sedang menggelar resepsi pernikahan, suami Arin Arfan pramudi adalah seorang pengacara yang cukup terkenal di kota, Arfan telah banyak memenangkan kasus yang ditanganinya sehingga banyak klien yang menggunakan jasanya karena kesibukan suaminya itulah yang membuat Arin keluar dari tempat bekerja setelah melahirkan.
Padahal ia sudah memiliki jabatan tetapi demi keluarganya ia memilih keluar apalagi setelah lahirnya anak kedua mereka. Karena tempat resepsi satu arah dengan rumah orang tuanya Arin dan keluarganya mampir.
Meskipun hampir setiap hari hari mengunjungi orangtuanya tetap kehadiran anak-anaknya menjadi penghibur buat ibu Sinta dan pak Handoko. Tong tong tong tong.
Bel rumah pak Handoko pun berbunyi, selepas sholat berjamaah mereka makan malam bersama.
" biar El saja yang buka ibu dan ayah lanjutin dulu makannya." ucap El kepada orangtuanya dengan menghentikan makannya.
El berjalan menuju pintu utama dan membukanya
ceklek
" eh ternyata keponakan tante yang ganteng dan cantik yang datang." ucap El sambil membungkukkan mensejajarkan tubuhnya dengan Adam dan aina.
__ADS_1
" Iya dong Tante Adam kan memang ganteng." jawab Adam dengan membanggakan dirinya.
Arin, Arfan dan El pun hanya tersenyum gemas dengan tingkah Adam.
" Mbak sama mas dari mana kok rapi bener pakaiannya?." tanya El sambil mempersilahkan mereka masuk.
" Habis dari kondangan klien masmu yang satu arah dengan rumah ayah ya sudah sekalian mampir kita." ucap Arin.
" Ayah ibu kemana dek?." tanya Arin lagi.
" Itu di meja makan sekalian makan malam bareng aja mas mbak." ajak El.
"Adam Aina yuk kita makan malam bersama kakek dan nenek sudah di meja makan loh tante juga masak ayam goreng kesukaan kalian." ucap El kepada Aina dan Adam.
" Hore hore Mama ayo ke meja makan Adam sama adik mau makan sama nenek dan kakek." bujuk Adam.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....