Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
JPI 233


__ADS_3

" Mana ikan nya?." Ke tiga nya berhenti mengejar ikan nya, karena tidak terlihat


Ray dan Oma uyut tertawa melihat, ketiga nya bingung karena ikan nya tidak terlihat.


Nenek memanggil pekerja dan meminta nya agar mengambil ikan dengan memakai jala. Setelah ikan berhasil di jala, ketiga nya senang, karena berhasil mengambil ikan.


Tidak lama, terdengar suara deru mobil, dimana tidak hanya satu, melainkan ada 5 mobil yang masuk ke dalam halaman rumah, mobil Daddy, mobil, Juna, mobil Lian, mobil Sandi dan mobil Irsyad.


Mereka semua masuk dengan buru buru, sangat ingin melihat adik dan keponakan yang baru datang dari Jakarta.


Setelah mengucapkan salam mereka langsung menuju halaman belakang, yang dimana mereka mendengar suara gelak tawa dari Ray dan Oma.


Ray yang melihat Daddy serta saudara nya datang langsung menghampiri lalu memeluk mereka satu persatu.


" Ikan." Arka memegang ikan dan menunjukkan kepada om Juna, Om Sandi, om Lian serta om Irsyad.


" Wah besar, nanti kita goreng ikan nya ya." Jawab Juna.


" Jangan." Teriak Arion.


" Kenapa?." Tanya Lian yang mengacak rambut sang keponakan.

__ADS_1


" Mau di bawa pulang. " Jawab Ran.


" Yang di bawa pulang nanti ambil lagi ok." Jawab Sandi.


" Tidak." Arion menolak ikan yang di pegang nya untuk di goreng


Di tempat para wanita, semua datang menghampiri kamar Mesya.


Ceklek


Pintu kamar Mesya terbuka.


" Sudah rebahan saja, pasti capek kan, perjalanan jauh." ucap Aisya.


" Kenapa tidak naik pesawat saja sih dek." ucap Khayla.


" Dah terlihat ya perut nya." ucap Bianca dan Sindi.


" Adik jawab yang mana dulu nih." ucap Mesya ngasal, mereka tertawa bersama.


" Anak anak tidak mau naik pesawat kak, mereka ingin melihat pemandangan dari dekat, kalau pesawat mereka dah sering keluar kota sama Abang." ucap Mesya

__ADS_1


" Iya hamil yang ini, adik juga bingung kak, kenapa suka sekali mandi, berendam bahkan selalu dandan seperti wanita wanita centil gitu kalau di depan bang Ray, sedangkan saat hamil si kembar, adik malah tidak mau mandi." keluh Mesya


" Mungkin perempuan dek, anak yang kamu hamil sekarang ini, dulu Kakak juga seperti itu, bahkan kakak anak menangis kalau baju mas Juna bau parfum perempuan, aneh kan, padahal mas Juna setiap hari ketemu klien, pasti lah ada parfum yang bukan parfum mas Juna." ucap Ais.


Mereka saling bercerita dengan tawa yang sangat keras, mommy dan Oma yang sedang di dapur saja terdengar suara tawa mereka.


" Kamu bahagia Tik?." tanya Oma


" Bahagia banget ma, Tika merasa sangat bahagia melihat putra putri Tika dan mas Bagas bisa tertawa, kami berdua tidak menyangka kalau mereka sekarang sudah menikah bahkan sudah memiliki anak masing masing, semoga keluarga mereka tentram ya ma." ucap Tika dan dapat amin dari Oma.


" Ayo sini, kita makan dulu." ucap mommy kepada para laki laki


Semua laki laki bergegas ke dapur untuk mengambil makanan yang telah di siap kan oleh mommy, sedangkan opa, kakek dan Daddy menata alas untuk makan, karena mereka akan makan di halaman belakang menggunakan lesehan.


Para wanita turun dari lantai 2, dimana letak kamar Mesya saat dulu masih tinggal di sini....


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2