
Senja dan Cika berdiri di sana dengan bibir tersenyum.
" Kak Ja." Ara berlari gembira menuju ke arah Senja. Senja menurunkan badan nya dengan berlutut di lantai, ia membentang kan ke dua tangan nya pada Ara, Ara langsung masuk ke dalam pelukan Senja, Senja mencium pipi tembem Ara.
" Yaumil milad dek Ara semoga menjadi anak yang Sholehah, sayang sama papi, om dan opa ya." Senja memeluk Ara dan mengusap usap rambut nya.
" Selamat ulang tahun dek Ara, ini kado dari aunty Cika." Ucap Cika
" Ayo, Senja dan Cika gabung di sini." Bunda Mesya dan Mama Sinta melambaikan tangan nya, Senja dan Cika menuju ke bunda Mesya, mencium tangan nya yang di balas pelukan hanya bunda Mesya.
" Emmmm anak lu sudah lengket tuh sama si Senja, cocok kalau jadi mami nya." David berbisik ke telinga Langit yang langsung di balas dengan pelototan dari Langit.
Arion pun mendapat tatapan tajam dari Langit. bagaimana pun juga nama Devi masih tertanam di lubuk hati nya paling dalam.
Sejak perpisahan nya tahun lalu, sampai sekarang tidka pernah sekali pun Devi menghubungi nya untuk menanyakan kabar putri mereka, apa benar Devi sudah berhasil dengan apa yang ia impikan sampai sampai ia begitu mudah nya melupakan Ara.
__ADS_1
" Benar kak, kakak cocok kok sama Senja, sudah jangan lama lama, nanti keburu di ambil orang baru tahu rasa kamu kak." Ucap Arion dengan kekehan kecil, meskipun bisikan David sangat pelan, tapi Arion masih bisa mendengar nya.
" Hai Senja, aku Sasi adik nya kak Langit." Ucap Sasi sambil menjulurkan tangan nya.
" Hai juga Sasi, kenalin ini Cika sahabat aku, sebenarnya masih ada satu lagi tapi dia lagi pulang ke Bandung." Ucap Senja sambil membalas tangan Sasi.
" Ini Azell, Senja, adik ku juga." Sasi memperkenalkan Azell pada Senja.
" Kalau ini mah sudah kenal, kita dari kecil selalu bersama, kalau Saksi sebenarnya juga sudah kenal, mungkin kamu yang lupa sama aku." ucap Senja.
Senja menjawab dengan senyuman.
Dari sudut seorang laki laki, sejak Senja masuk ke rumah nya, ia tidak pernah melepaskan tatapan nya, setiap gerak gerik nya selalu di amati oleh laki laki itu, ya laki laki itu adalah Langit, ia begitu kagum dengan Senja, begitu anggun dan sopan dalam bertutur sapa, Pak Asep dan Bu Tia sukses mendidik putra dan putri nya.
" Tinggal tunggu 1 orang lagi seperti nya ya, ah Tian mau datang tidak?." Tanya ayah pada Langit.
__ADS_1
" Tadi on the way kata nya ya, oh iya ayah dan papa, apa masih membutuhkan tenaga ART di rumah?." Tanya Langit
" Kenapa nak?." tanya bunda Mesya.
" Begini Bu, tadi pagi pak Asep tanya sama saya, kata nya teman nya Senja sedang membutuhkan pekerjaan begiti!." seru Langit.
" Kalau mama tidak Lang, apalagi sementara mama dan papa akan tinggal ke luar kota dan waktu pulang nya lagi masih belum bisa di pastikan." jawab Mama Siska.
" Kalau bunda sama nak, bunda kan baru saja menerima ART batu yang nama nya Yasmin itu." ucap Bunda Mesya.
" Yasmin..." ucap Senja dan Cika bersamaan.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...