Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
RAN 203


__ADS_3

"Daddy... Mommy... kok lama sih." Protes Aya kepada orang tuanya.


"Maaf tuan putri tadi Daddy ada kepentingan sebentar." Jawab zafran.


"Ehem.. ehem.kepentingan tau kepentingan nih." Tanya Arin menggoda.


"He he, iya mbak tadi cuma ngobrol sebentar kok sama dek Ifa" Jawab zafran.


"Wajar lah ma,mereka kan pengantin baru jadi pinginnya berduaan terus." Tambah Arvan.


"Mas Arvan dan mbak Arin seneng banget sih goda El." Ucap El mengerucutkan bibirnya.


"Sudah, kalian itu lihat ada anak-anak kalian disini. Malu bicara masalah seperti itu di sini. Ayo nak zafran kita mulai sarapannya." Ucap ayah Handoko kepada anak dan menantunya.


"lya yah." Jawab zafran.


Dia duduk di kursi samping Aya dan El. Mereka sarapan dengan kebersamaan dan suka cita. Meja makan yang biasanya sepi, ini tampak rame dengan kehadiran keluarga baru di tengah-tengah keluarga pak Handoko.


"Yah, nanti setelah sarapan ada yang ingin zafran sampaikan..


Setelah selesai sarapan bersama, ayah Handoko beserta istri, anak dan menantunya melanjutkan pembicaraan di ruang keluarga.

__ADS_1


Sedangkan Aya, Adam dan Aina sedang asyik menonton kartun di TV yang ada di ruang keluarga. Anak- anak tidak berangkat sekolah di karenakan acara kemarin membuat mereka kelelahan.


Sehingga meminta izin agar Adam,Aya dan Aina tidak berangkat sekolah.


"Ayah, ibu mbak Arin dan mas Arvan sebelumnya saya ingin berterima kasih karena keluarga ini telah menerima saya dan anak saya untuk menjadi bagian keluarga ini." Ucap zafran memulai pembicaraan.


"Kami juga bahagia kok nak zafran, keluarga kami menjadi ramai dengan kehadiran nak zafran dan Aya." Jawab ayah Handoko.


"Ayah dan ibu hanya ingin berpesan titip anak bungsu kami, mungkin ketika sama nak zafran dan Aya dia tampak dewasa tapi jika di rumah seperti ini terkadang sifat manjanya keluar." Kekeh ibu dengan melihat ke arah putri bungsunya.


"Ibu kok jelekn El sih?" Protes El dengan bergelanjut manja di lengan ibunya.


Semua keluarga terkekeh melihat sifat asli El, zafran hanya tersenyum melihat kemanjaan istrinya kepada ibunya.


"Mbak Arin malah nambah ngledek terus, wajar kalau El bermanja-manjaan sama ibu mumpung El masih di sini." Ucap El


"Maksudnya dek ?" Tanya Arin.


"Ehem.." zafran berdehem untuk merangkai kata


" Sebenarnya tadi waktu sarapan saya meminta semua keluarga berkumpul disini karena ada hal yang penting yang ingin saya sampaikan." Ucap Zafran.

__ADS_1


" Silahkan nak zafran, mau bicara apa ?" Jawab ayah Handoko yang penasaran dengan apa yang ingin di sampaikan menantunya.


"Tadi pagi saya di hubungi oleh atasan saya bahwa saya harus segera kembali ke tempat tugas saya," ucap Zafran dengan menjeda sebentar .


" Saya ingin memboyong Ifa sekalian untuk ikut saya kembali kesana lusa yah bu." Ucap Zafrna dengan hati hati takut membuat hati ayah dan ibu mertua nya terkejut.


"Apa nggak kecepetan nak ?, kalian baru kemarin menikah." Ucap ibu belum rela pisah dengan putri bungsunya.


"Awalnya saya ingin memboyong Ifa setelah 1 minggu pernikahan kita bu, tapi tadi pagi komandan saya telpon saya di suruh segera kembali. Karena kemungkinan saya lebih banyak tugas setelah kembali, jadi saya ingin sekalian memboyong istri dan anak saya." Jawab Zafran


"Benar bu, tugas kita sudah selesai untuk menjaga putri bungsu kita. Dia sekarang sudah menikah jadi sudah kewajiban dia untuk ikut suaminya dimanapun berada." Tambah ayah Handoko menenangkan istrinya.


"Kamu sendiri bagaimana nak?, apakah sudah siap jauh-jauh dari ayah dan ibu?" Tanya ibu dengan membelai rambut El.


"Ya dek kata ayah benar, sebagai seorang istri kita harus mengikuti kemanapun suami kita berada karena surga kita saat ini berada di kaki suami." Tambah Arin menjelaskan kewajiban sebagai istri.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2