Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
JPI 232


__ADS_3

" Iya mom, maaf kalau Mesya sempat bernada tinggi tadi." ucap Mesya yang merasa bersalah.


" Jangan meminta maaf pada mommy, minta maaf lah pada putra putra kalian, karena hati mereka yang saki, jangan malu untuk meminta maaf pada putra putra kalian, secara tidak langsung kalian memberikan contoh pada mereka, meskipun mereka lebih tua dari orang yang telah mereka sakiti." ucap mommy


" Iya mom." ucap Ray dan Mesya bersamaan.


" Kamu rebahan saja nak, mommy lihat nafas kamu ngap ngap gitu." ucap mommy


" Iya mom, lelah banget, anak anak tidak mau naik pesawat setiap pulang ke sini, kata nya mereka sangat suka dengan pemandangan di jalan toll, mau tidak mau, aku sama bang Ray menuruti mereka, kalau sedang tidak hamil enak mom, tapi ini perut sudah besar juga, jadi mudah capek." cerita Mesya sambil merebahkan kepala nya di paha sang mommy.


Opa, Oma dan Kakek tersenyum melihat kemanjaan sang cucu pada mommy, sejak dulu Mesya begitu manja pada mommy dan Daddy, tapi aneh nya Mesya yang di kenal dengan kemanjaan nya, tapi ia yang paling mandiri saat tidak bersama dengan mommy dan Daddy.


Ray berjalan meninggalkan gazebo menuju ke halaman belakang rumah sang mertua, begitu tiba di belakang, mata Ray terbelalak, ke tiga putra nya sudah berada dalam kolam ikan. Arka yang biasa nya tidak mau bermain jorok, kini sudah berada satu kolam dengan 2 saudara nya, sedangkan Langit sibuk melihat hewan peliharaan yang lain nya.


"Boys." Seru Ray dengan ke dua tangan nya berkacak pinggang

__ADS_1


" Ayah." Teriak ketiga nya dengan gembira.


" Siapa yang menyuruh kalian masuk ke dalam kolam dalam?." Tanya Ray menatap ke tiga nya.


" Ikan nya yang menyuruh kami masuk yah." Jawab Arion dengan jawaban yang asal.


" Tidak mungkin ikan bicara dengan kalian." Kata Ray. Sejak umur 5 tahun, ke tiga putra nya sudah mulai pintar berkilah jika ketahuan berbuat salah.


" Iya mereka semua nya berenang di depan kami." Kali ini Arka yang berbicara.


" Seperti nya Arka dan Ran, yang sudah terkontaminasi dengan Arion." ucap Ray di dalam hati nya.


" Kalau di bawa pulang, pamit dulu sama, kakek, opa, Oma uyut serta Oma dan opa." Kata Ray.


" Apa kalian masuk ke dalam dengan memakai sepatu?." Tanya Ray yang tidak melihat sepatu ke tiga nya di pinggir kolam ikan.

__ADS_1


" Itu sepatu kamu!." Tunjuk Arka ke arah gazebo yang ada di dekat kolam.


" Ayo naik, nanti uyut marah, ikan uyut pingsan semua." Kata Ray kepada ke tiga nya.


" Tidak apa apa, tangkap saja ikan nya. Nanti kita goreng." Terdengar suara Oma uyut dari belakang Ray.


" Hore." Ke tiga nya semakin semangat mengobok obok air kolam, sehingga air kolam menjadi keruh dan ikan tidak ada yang terlihat.


" Mana ikan nya?." Ke tiga nya berhenti mengejar ikan nya, karena tidak terlihat


Ray dan Oma uyut tertawa melihat, ketiga nya bingung karena ikan nya tidak terlihat.


Nenek memanggil pekerja dan meminta nya agar mengambil ikan dengan memakai jala. Setelah ikan berhasil di jala, ketiga nya senang, karena berhasil mengambil ikan....


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2