
" No no no papi, Ara tidak rewel, dan papi tidak boleh bobok sama mama." Ara mengerucutkan bibir nya merasa marah dengan Papi nya, yang akan merebut mama nya dari diri nya.
Langit terkekeh, ia mengusap rambut anak nya dengan penuh kasih sayang.
" Papi kerja dulu ya mama, Assalamualaikum." Langit mengedipkan mata di sambung mengecup dari jarak jauh sebelum berlalu menuju pintu keluar toko Senja.
" Waalaikumsalam, fighting papi." Ucap Senja penuh dengan semangat. Langit mengacungkan jempol ke samping tampak menoleh lagi ke belakang.
🍀🍀🍀🍀🍀
Di ruang an Langit. David, sedang duduk di sofa ruang kerja Langit, yang telah memberikan hasil laporan kepada Langit, dan Langit langsung memeriksa laporan tersebut.
" Jadi siapa menurut loe yang pantas menduduki kursi yang ada di anak cabang Medan Bro?." tanya Langit
" Kalau menurut gue lebih baik pak Jaya Lang, gue lihat dan dapat informasi dia adalah orang yang paling berkompeten." ucap David.
__ADS_1
" Oke kalau begitu kirim kan profil pak Jaya pada email gue." jawab Langit.
" Bro, bagaimana dengan mantan istri loe, apa selama ini masih hubungi loe tanya tentang Ara?." tanya David.
" Tidak pernah sama sekali bro, gue juga tidak pernah berfikir kalau dia sampai bisa melupakan Ara begitu saja, sejak perpisahan gue sama dia, tidak pernah sekali pun ia bertanya lewat telepon atau pesan, padahal no gue masih tetap, tapi ya gimana lagi, itu lah pilihan hidup nya bro, gue hanya bisa berdoa semoga ia cepat sadar kalau ia masih memiliki Ara." ucap Langit.
" Apa loe masih mengharapkan dia?." tanya David.
" No, sama sekali, sekarang gue hanya berfikir adalah melangkah maju masa depan gue hanya sama dengan Ara dan Senja tidak lebih." ucap Langit
Senja sudah terlihat lelah mengawasi Ara yang tidak bisa diam, bermain dan berlari ke sana kemari, belum lagi harus sabar melerai saat rebutan main ayunan dengan anak lain nya, peluh mengucur dari kening Senja, diri nya kepanasan karena terus bergerak dan tegang mengawasi Ara, meski ruang time sone itu ber AC.
" Sayang, makan dulu yuk, mama sudah lapar " Senja mengusap perut datar nya dengan raut sedih untuk merayu Ara yang biasa nya Luluh kalau diri nya merajuk.
" Ayo Mama makan, Ara juga lapar, Ara sudah main nya, puassss." Ara langsung turun dari ayunan setelah melihat wajah sedih mama Senja.
__ADS_1
Senja mengulum senyum, merasa sudah berhasil akting nya, ia menggandeng tangan Ara menuju food court janjian dengan Cika yang sudah menunggu nya karena tadi Cika pergi duluan untuk membeli minuman.
" Sudah selesai main nya?." Tanya Cika pada Ara dengan mencubit pipi gembul nya yang memerah karena berkeringat.
" Sudah Onty, main nya seru, dan Ara puas banget, rame banyak orang." Ucap Ara
Setelah makan. Mereka ber tiga masih duduk bersantai, Ara tadi memesan ayam crispy dan makan nya begitu lahap, mungkin karena 2 jam bermain dan menghabiskan tenaga nya.
" Cik, bantu aku cek lagi ya daftar undangan teman SMA dan teman kuliah, takut nya ada yang terlewatkan, daftar nya aku simpan di meja kerja ku." Ucap Senja di sela makan cemilan kentang Yang ada di depan nya
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1