
Bremmmm mobil merk Honda jazz berwarna merah yang di Kendari Devi pun melaju keluar gerbang, menyusuri perumahan menuju jalan besar.
Langit masih duduk di meja makan, sambil menyesap dalam teh tawar kesukaan nya, tampak menikmati, tapi sebetul nya hati nya mendesah berat, pikiran nya sibuk menyelami kehidupan pernikahan nya dengan Devi.
Hampir setiap hari suasana rumah lenggang seperti ini, setiap pagi Devi dan Langit berangkat kerja, terkadang keluar bersama dengan mobil masing masing, terkadang Langit mengantarkan nya, terkadang juga seperti saat ini Devi berangkat sendiri karena Langit ke kantor agak siang.
Mereka bertemu lagi di rumah jam 18.00 sore, ya itu paling ceper, terkadang Langit menjemput ke kantor jika istri nya harus pulang malam karena lembur. Ponsel Langit tiba tiba berdering, terdapat nama mama yang menelpon.
" Assalamualaikum ma, iya ma, Langit berangkat sekarang." Ucap Langit setelah sambungan terputus, Langit segera bergegas ke depan rumah, tidak lupa Langit mengingatkan pada bik Surti untuk mengunci semua pintu di rumah demi keamanan bik Surti yang di rumah hanya berdua dengan satpam saja.
__ADS_1
" Pak Asep ayo berangkat Sebelum ke kantor antar ke rumah mama dulu ya, jemput Ara." Pak Asep yang sedang mengelap mobil Rush hitam bos nya tampak menganggukkan kepala nya.
Langit berjalan menuju pintu kiri penumpang samping kemudi, tanpa menunggu di bukakan pintu, Langit bergegas masuk, ya Langit tidak suka di layani seperti tuan tuan, dia sangat low profile, meskipun diri nya seorang bos besar pemilik jaringan Mall Dept dengan puluhan cabang yang tersebar di Indonesia.
Langit selalu bekerja dengan setelah semi formal, celana street di padu kemeja slim fit, atau celana kain berpadu kaos plus jas semi formal adalah setelah faforit nya.
" Pak Asep, bagaimana kabar nya Bu Tia?." Langit memecahkan keheningan dengan obrolan menanyakan kabar istri pak Asep, yang dulu nya adalah mantan baby sister nya.
" Alhamdulillah, sehat dan selalu bahagia den." Pak Asep menjawab sambil fokus menyetir dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
" Pak saya kan sudah sering berkata, jangan panggil Aden, cukup panggil Langit saja, karena pak Asep sudah saya anggap sebagai papa ke tiga Langit." ucap Langit dengan kesal.
" He he he, tidak enak ah, bapak tidak mau manggil nama langsung, bapak segan dengan kebaikan keluarga Aden selama ini sudah membantu banyak untuk keluarga bapak, sekarang Senja, anak pertama bapak Alhamdulillah sudah selesai wisuda, anak bungsu si Dika naik kelas 12, kalau bukan karena bantuan dari Aden mana mampu bapak menyekolahkan anak anak sampai lulus kuliah." Pak Asep berkata panjang lebar dengan parau karena haru, terkenang akan segala kebaikan Langit, Ray dan Adit yang selalu membantu biaya pendidikan ke dua anak nya, Senja yang seharusnya masih kuliah semester 4 sekarang ia sudah lulus karena sejak sekolah dasar Senja sudah sering loncat kelas, maka dari itu keluarga Langit dengan suka rela mengeluarkan uang demi anak yang berprestasi dan selalu semangat untuk belajar, tidak hanya anak pak Asep dan Bu Tia saja, melainkan semua anak dari pelayan di rumah Ray dan Adam juga mendapat hak yang sama mengenai sekolah
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1