
" maksud kamu apa?." tanya Fajar yang terkejut, apalagi ia melihat raut wajah Nita yang langsung sendu setelah mendengar ucapan Tomi barusan.
" Maaf kalau aku bertanya seperti itu, aku sedikit mau curhat bro, dan itu ada hubungannya dengan pertanyaan yang aku katakan barusan, kalau memang kamu masih ada rasa dengan Mona, aku akan mundur." ucap Tomi blak blakan.
" bentar bentar, di sini aku mau meluruskan, aku tidak mau ke depan nya akan terjadi kesalahpahaman lagi, jujur aku masih ada rasa terhadap Mona...." ucap Fajar lalu membuang nafas nya dengan berat.
deg....
Nita langsung menatap Fajar dengan rasa yang sudah tidak bisa di katakan lagi, sedih, kecewa bahkan marah pun sudah bercampur menjadi 1 di hati dan fikiran nya, bahkan air mata nya sudah mengalir di kedua pipi nya.
Fajar melihat air mata istri nya, dengan segera menghapus nya dengan jari jari nya, sambil menggelengkan kepala nya.
" itu dulu... tapi sekarang tidak, aku hanya menganggap Mona ada sahabat dari istriku Nita dan ibu dari Ben, perasaan itu salah, salah karena aku sudah punya istri, tapi aku tidak bisa membuangnya begitu saja, karena bagaimana pun juga Mona adalah ibu dan putra ku Ben...." jawab Fajar dengan tegas tanpa keraguan sedikitpun di setiap ucapan nya, bahkan Nita yang mendengar itu bernafas lega.
__ADS_1
sedangkan Tomi juga bernafas lega setelah mendengar jawaban dari fajar.
" Terima kasih, tapi ada yang mau aku katakan kepada mu." ucap Tomi.
" Apa?." tanya fajar.
" Aku dan Mona adalah saudara tiri, apakan aku boleh menikahi Mona?." tanya Tomi.
Ha ha ha ha. suara gelak tawa fajar memenuhi ruangan Nita yang sunyi saat ini.
" Maaf maaf maaf, kepada bro, kalau menurut aku sih tidak ada masalah, asalkan ke dua orang tua kalian setuju pasti semua nya akan berjalan dengan lancar, bahkan kalian tidak ada hubungan darah sedikit pun." ucap fajar.
" aku lega atas jawaban dari kamu, habis ini aku akan mencoba mengatakan kepada ke dua orang tua kami, dan semoga saja mereka juga memberikan restu kepada kami." ucap Tomi.
__ADS_1
" Aku ucapkan selamat pada mu bro, semoga kalian mendapatkan restu dan segera menikah, tapi cuma 1 yang aku pinta pada mu, meskipun Ben bukan putra kandungmu, aku berharap kamu bisa menerima Ben dengan tangan terbuka, dan memberikan kasih sayang selayaknya seorang ayah kepada putra nya." ucap Fajar kepada Tomi.
" tanpa kamu minta, aku sudah menyayangi Ben, Nita saja bisa menerima dengan tangan terbuka setelah ia mengalami cobaan seperti itu, kenapa aku 0rang luar tidak menerima hal itu, kita bisa merawat anak anak kita nanti secara bersama, tidak ada mana anak kandung dan mana anak tiri, semua nya harus sama, agar Ben juga tidak berkecil hati." jawab Tomi dengan lugas, fajar yang mendengar itu langsung tersenyum lebar, Alhamdulillah kalau Tomi bisa menerima keberadaan Ben di tengah tengah mereKa.
" Kalau begitu aku tutup telepon nya, salah buat Nita ya, meskipun aku tahu kalau saat ini Nita ada di sebelah kamu bahkan juga ikut mendengar apa yang kita bicarakan tadi." ucap Tomi lalu menutup telepon nya setelah mendengar jawaban dari Fajar.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Jangan lupa mampir di cerita ku yang lain ya kakak kakak semua
__ADS_1