Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
RAN 39


__ADS_3

" te...Ri..ma ka..sih mbak, aku min..ta ma...AF ka...lau a..da sa...lah, aku ti...tip anak ku, ka..sih ta...hu mas Za...Fran ka...sih na..ma PU...tri Ki...ta deng...an na...ma ca....ha...ya." ucap Aisyah dengan terbata bata karena nafas nya tersengal Sengal.


" Iya mbak, pasti akan saya Sampaikan ke om Zafran, mbak harus kuat ya, mbak harus sembuh, ingat kalau kita akan bertamasya bersama sama dengan anak anak kita ya mbak, Semangat." ucap Rosa memberi semangat pada Aisyah.


" te...RI..ma ka....sih." ucap Aisyah lalu menutup mata nya.


" Dok, pasien pingsan." ucap suster yang


" Bawa masuk sus, tolong untuk keluarga pasien tolong tunggu di sini ya, kita berdoa untuk pasien." ucap dokter sebelum masuk ke dalam ruangan ICU


Beberapa saat kemudian dokter dan suster keluar dari ruangan ICU.


" permisi keluarga nya pasien?." tanya suster.

__ADS_1


" ada apa ya dokter?." tanya Bibik.


" Saya tetangganya pasien dok, saat ini suami nya sedang berada di Papua karena bertugas." jawab Rosa.


" saya istri atasan nya dok, saya yang bertanggung jawab dengan apa yang terjadi dari istri anggota saya dok." ucap Ibu Danki.


" begini, saat ini kondisi pasien sangat kritis, dan bayi yang di dalam kandungan nya juga melemah, denyut nadi kedua nya juga melemah, pasien terus saja mengeluarkan darah, kita pihak dokter meminta kepada keluarga pasien untuk memberi ijin kepada kami agar bisa mengoperasikan pasien, agar bayi yang di dalam kandungan bisa terselamatkan." ucap dokter.


" untuk pasien saat ini mengalami koma dan kondisi sangat memprihatikan, untuk keselamatan kami masih belum bisa menjawab nya, maka dari itu, segera kasih tahu kami jawaban apa yang akan di pilih, karena nanti nya kami akan meminta tanda tangan untuk penanganan selanjutnya." ucap dokter


" Kita tidak bisa memilih Dok, saya siap menandatangani surat persetujuan itu, namun saya tidak akan menjawab harus memilih siapa?." ucap ibu Danki.


" Baik kalau begitu ibu, sus tolong serahkan berkas nya, saya tinggal masuk dulu kalau begitu permisi." ucap Dokter lalu meninggalkan mereka semua nya.

__ADS_1


ibu Danki langsung menerima berkas, dan di sana tertulis surat penyataan yang mengatakan siapa yang harus di pilih dan apabila terjadi apa apa dengan pasien tidak akan menuntut pihak rumah sakit.


Ibu Danki langsung menandatangani berkas tersebut dan segera menyerahkan kepada suster yang tadi memberikan nya.


Ibu Danki dan yang lain kaki nya terasa lemas, mereka seperti tidak sanggup dengan apa yang ada di depan nya, ibu Danki Yang selaku senior ia harus bisa terlihat kuat dan tegar di depan mereka, sedangkan Rosa ia tidak harus berbuat apa apa, ia selalu teringang ngiang dengan ucapan Aisyah sebelum masuk tadi, ia begitu shok sampai dengan apa yang terjadi, Rosa juga melihat kalau bibik lah yang di sini merasa terpukul, bibik merasa gagal dengan amanah yang telah ia terima dari majikan nya.


Di rasa tenaga nya sudah bertambah Rosa mengambil ponsel lalu mencoba menghubungi suami nya, namun nasib baik tidak berpihak dengan nya, no ponsel suami nya tidak bisa di hubungi namun Rosa tidak menyerah namun saat.......


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2