
Sarapan pagi sepasang suami istri, Langit dan Devi tampak hening, hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring sekali kali terdengar memecah keheningan, sampai saat ini hubungan ke dua nya masih kaku.
" Kamu sudah ajukan surat pengunduran diri?." Tanya Langit yang mulai membuka percakapan setelah selesai menghabiskan sepiring nasi goreng seafood, teh yang terlihat mengepulkan uap di sesak nya perlahan.
Devi masih duduk diam, membersihkan sudut bibir nya sesaat setelah menyelesaikan sodokan terakhir nya. Raut wajah nya seolah mengisyaratkan kebingungan untuk mengungkapkan kata kata.
" Kenapa diam." Lanjut Langit menatap tajam ke arah Devi yang duduk saling berhadapan.
" Huffft maaf mas, aku tidak bisa resign, juga jangan suruh aku untuk memilih antara keluarga atau karir, aku tidak bisa meninggalkan ke dua nya." Ucap Devi lugas.
" Dev, aku hanya memberikan kamu 1 pilihan, kamu adalah istri ku, tanggung jawab ku di hadapan Allah sangatlah besar, selama ini kamu semakin sering mengabaikan tanggung jawab mu sebagai istri, aku tidak mau kamu menjadi istri yang durhaka, kalau kamu ingin bekerja, pindah saja ke kantor ku?." Langit berkata dengan lembut mencoba memberi pemahaman kepada istri nya.
" Tidak mau mas, di perusahaan itu adalah passion ku, came on jangan seperti ini, pemikiran mu terlalu kolot mas, aku masih muda, biarkan aku mengembangkan skill ku." Devi berseru dengan intonasi kesal.
__ADS_1
" Baik lah kalau itu mau mu, lakukan sesuka hati mu, aku akan mengijinkan mu dengan cara melepaskan mu." Ucap Langit dengan tegas, tidak ada kemarahan dalam bicara nya, ia berkata dengan tenang tanpa ada kilatan emosi.
" Maksud mu mas?." Tanya Devi yang bingung dengan kata kata suami nya barusan.
" Aku akan menceraikan mu." Jawab Langit.
Deg.
Devi tersentak kaget.
" Aku mencintai mu Dev, sejak dulu bahkan sampai detik ini pun aku masih mencintaimu, tapi jika dengan rasa ini tidak memberi kebahagiaan dan ketenangan di rumah tangga kita, aku memilih pakai logika, aku tidak ridho dengan pekerjaan mu, tanpa ridho seorang suami tidak akan ada keberkahan di setiap langkah istri nya, yang ada hanya dosa, jadi aku akan melepaskan mu. " ucap Langit.
" Aku kasih kami untuk berfikir." Langit beranjak dari duduk nya siap siap melangkah....
__ADS_1
" Lakukan apa mau mu, aku akan tetap dengan pendirian ku." Jawab Devi menatap tajam ke arah Langit. Langit berdiri terpaku, menatap lurus ke arah Devi, kilatan sorot mata nya sendu menyiratkan luka, batin nya terkejut, tidak menyangka istri yang ia sayangi memilih untuk jalan sendiri.
" Baik lah, jika sudah tidak seiring sejalan lagi, aku bisa apa." Jawab Langit.
" Ara akan ikut dengan ku, kamu harus setujui hak asuh Ara di tangan ku." Jawab Langit.
Langit berlalu pergi meninggalkan Devi yang masih terduduk diam dengan pandangan kosong, meja makan menjadi saksi bisu dua insan yang memilih untuk jalan sendiri sendir..
Tidak berselang lama, Langit turun dari lantai 2 dengan menenteng koper besar dan menggendong Ara.
" Aku akan keluar dari rumah ini, pengacara akan mengurus semua nya." Ucap Langit datar, raut kekecewaan dan kesedihan nampak jelas di wajah nya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...