
Dengan keputusanmu memilih pasanganmu,menjadi pendamping hidup,…ini mengandung dua makna; pertama kau telah menggabungkan dua keluarga besar yang berarti memiliki dua orang tua, yakni orang tua kandungmu dan orang tua isterimu.
Hendaklah kau baktimu mertuamu,seperti kau berbakti kepada kedua orang tuamu.
Kaupun juga wajib menghormati seperti kau menghormati kedua orang tuamu.
Yang kedua mengandung makna bahwa engkau berdua telah hidup sehidup semati menjadi pasangan hidup, maka wajib bagi kamu berdua menutup mata serapat-rapatnya untuk memandang mu, tidak sebebas waktu sebelum waktu. penikahanmu.Peganglah sumpahmu berdua sampai maut memisahkan mu.
Do'a restu bunda dan Ayah mengiringi mu mendayung bahtera pertanyaan. Berlayarlah anak ku …dayunglah bahtera mu menuju pantai harapan…sadarilah olehmu berdua…semakin jauh melepaskan pantai…akan semakin pula samudera hidup yang membentang di hadapanmu.
Dan ketahuilah…semakin luas samudera yang membentang, cakrawala pandangmupun akan semakin luas pula.
Demikian halnya samudera kehidupan ini,…anakku…seirama dengan suara alam ini.
__ADS_1
Semakin ke atas kehidupanmu semakin besar pula godaan yang akan menghadangmu. Namun…berhati-hati-lah pada kedua nya … gelombang yang menerpa mu juga akan semakin besar, bahkan adakala nya disertai dengan badai dan taupan.
Ingat lah sekali lagi wahai anak ku…ketika gelombang dan badai menghadang mu di tengah samudera kehidupan ini…tiada dengan orang yang dapat membantu mengatasi rintangan itu kecuali dirimu sendiri. keteguhan iman,sabar,tawakkal,saling memahami,saling mengerti,saling asah,saling asih dan saling asuh, menjadi jimat yang sangat berharga bagi kamu berdua.
Senantiasalah berdo'a dalam munajatmu…mohonlah kepada Allah agar dijauhkan dari segala aral yang buruk.
Anakku Ran
Seluruh sanak keluarga,dan handai taulan pun turut hadir dalam perhelatan ini, seperti turut serta melepas mu di pelabuhan yang lagi lagi kau akan berlayar mengarungi samudera kehidupan yang sangat luas.
membuka lah itu menjadi perlambang bahwa semuanya merestui pernikahan mu, ingatlah bahwa agama menempatkan pernikahan sebagai “mitsaqan ghalidza” yang berarti “perjanjian yang agung” atau “ikatan yang kuat”.
Camkanlah untuk engkau berdua…bahwa Allah hanya 3 kali menggunakan kata-kata “mitsaqan ghalidza” ini di dalam Al-Qur'an…yang pertama: tatkala Allah SWT membuat perjanjian dengan para Nabi Ulul Azmi yakni Nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa sebagaimana adanya yang dilukiskan di dalam surat Al Ahzab ayat :7; kata mitsaqan ghalidza yang kedua dipakai tatkala Allah SWT mengangkat bukit Kam di atas kepala selanjut nyai Israel dan menyuruh mereka bersumpah setia pada Allah, seperti di dalam surat An Nissa ayat 154; dan ketiga adalah Allah SWT menyatakan bahwa hubungan pernikahan adalah mitsaqan ghalidza seperti di dalam surat An Nissa ayat 21.
__ADS_1
Anakku RAN
Camkanlah bahwa perjanjian pernikahan antara suami dan istri sebagaimana yang ayah sampaikan tadi disejajarkan dengan perjanjian para Nabi, dan perjanjian Allah SWT dengan bani Israel.
betapa agung dan beratnya kalimat ijab dan kabul dalam akad nikah yang telah kalian berdua ikrarkan. Memperhatikan hal tersebut sangat sakralnya peristiwa pernikahan itu.
Agama Islam menempatkan kejadian “pernikahan” itu pada posisi yang agung,sakral dan luhur.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1