
Ceklek
pintu terbuka, di lihat nya suami nya yang masuk dengan setelan kaos berwarna putih dan celana pendek selutut berwarna hitam, sambil berjalan ke arah nya dan jangan tertinggal senyum mengembang dari bibir suami nya.
" dari mana mas?." Senja akan bangun dari tidurnya tapi terjungkal karena langit bergerak cepat ke arah tempat tidur dan menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh senja. " Mas mmmmmnuuuuuacchhh." Langit membungkam bibir senja dengan bibirnya. Senja mencoba mendorong dada suaminya saat dirinya kehabisan nafas.
" Mas ih hhhhh." Kenapa senjata Mbak terengah-engah naik-turun ia menutup mukanya yang memerah dan dadanya berdesir.
Langit terkekeh melihat reaksi senja seperti itu.
" Jangan tegang sayang rileks aja." Langit mengelus rambut senja dengan tatapan mesra.
" Mas sih tiba-tiba gitu, aku kan belum siap ini ciuman pertama aku " senja kembali menutupi wajahnya dengan tangan malu.
Langit kembali terkekeh dicium kening senja penuh perasaan.
__ADS_1
" Mas turun dulu ih berat." Senja menjatuhkan tubuh Langit ke samping karena merasa risih, ada sesuatu yang keras dan menekan diri nya.
" Mas aku masih bingung dengan mahar yang mas kasih, apa itu tidak terlalu besar mas buat aku? Kata nya kan hanya seperangkat alat sholat?." Ucap Senja
" Mahar itu langsung terbesit saat mas setelah melakukan sholat Tahajud, entah dari mana ide itu, ya langsung saja mas pakai saja itu sebagai mahar kita." jawab Langit.
Langit mencium rambut senja yang tergerai membelahnya lembuh ia pandangi wajah senja dengan tatapan dalam matanya berkabut penuh gairah.
" Sayang kamu cantik sekali, mas beruntung mendapatkan kamu, mas mencintaimu adindaku." Ucap Langit. Senja membalas menatap dalam wajah suami nya, satu tangah mengelus lembut rahang kokoh suami nya.
" Aku juga mencintaimu kakanda ku." ucap Senja yang tak kasih manis.
" Buka mulutnya sayang jangan tegang biar mas dulu yang bermain nanti kamu akan terbiasa." Senja mengangguk patuh matanya masih terpejam merasakan desiran aneh di sekujur tubuhnya yang baru pertama kali ia rasakan.
Tok tok tok
__ADS_1
terdengar pintu diketuk berkali-kali senja yang duluan tersadar melepas ciuman dan tangan langit yang sedang menjelajahi gunung kembar nya.
" Mas ada yang ketuk pintu, buka dulu gih." Senja terduduk sambil merapikan baju nya dan rambut nya yang sudah berantakan.
Langit bercedak kesal karena merasa terganggu, nafas nya sudah memburu ingin melakukan lebih, ia turun dari atas tempat tidur menuju pintu.
" maaf aku ganggu kakak ini Ara nya nangis pengen ke Mama sama papinya." Azzel dan Sasi yang berada di balik pintu tertawa melihat rambut kakaknya yang acak-acakan, ya ia tidak sadar tadi senja meremas rambutnya.
" Papi mana Mama." Ara masih terisak tangannya merentang minta digendong.
" Sini sayang maafin papi jadi lupa sama Ara, ayah Mama ada di dalam." Langit mencium pipi anaknya yang masih basah karena menangis.
" Ya sudah kak kita berdua pergi dulu ya." Ujar sasi sambil berlalu Langit menutup pintunya kembali dan masuk membawa Ara di dalam gendongan nya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...