Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
RAN 273


__ADS_3

deg..


jantungnya seperti berhenti berdetak ketika melihat papa mertuanya masuk kedalam dengan wajah metah padam dengan di ikuti istrinya yang menangis di dampingi ibu mertuanya.


"Dasar laki-laki kurang ajar dan b****** beraninya kamu nyakitin putri saya. Kami orang tuanya membesarkan dia dengan sejuta kasih sayang dan kamu..berani-beraninya mengkhianati anak saya."Ucap pak Wijaya dengan menampar pipi Fajar.


Dia juga menuding-nuding wajah Fajar dengan jari telunjuknya. Fajar hanya pasrah karena memang ini adalah kesalahannya.


Dia tertunduk denga muka lesu.


"Harusnya dari dulu saya tidak akan menikahkan kamu dengan putri saya."Tambah pak Wijaya dengan memukul wajah Fajar sebagai lupakan kemarahannya.


"Pa...berhenti pa, hiks..hiks. Kasihan mas Fajar pa dia baru sembuh."Pinta Nita untuk menghentikan kebrutalan ayahnya.


Nita pun memeluk sang suami agar ayahnya berhenti memukuli Fajar. Sedangkan bu Rahma membujuk suaminya dengan menarik lembut tangannya.


"Kamu masih saja membela laki-laki seperti dia." Tunjuk pak Wijaya.

__ADS_1


"Ini juga salah Nita pa yang dulu merebut mas Fajar dari Mona. Nita yang salah pa yang tidak tahu hubungan mereka dan merengek kepada papa agar Nita bisa nikah sama mas Fajar."Bela Nita dengan terisak.


"Sekarang kamu pulang ikut papa, biar si B******* ini urus hidupnya sendiri. Mending kamu pisah sama laki-laki yang sudah tak berguna ini karena kamu masih cantik dan banyak laki-laki yang mau sama kamu." Ucap pak Wijaya dengan menarik kasar tangan Nita.


"Jangan pa, Nita cinta sama mas Fajar, Hiks.... hiks. Nita mau merawat suami Nita pa." Tolak Nita.


"Pa, maafin Faajr pa. Fajar berjanji akan berubah dan mencintai putri papa." Ucap Fajar yang sudah tidak tega melihat istrinya menangis.


"Apa kamu bilang, belajar mencintai? jadi selama ini kamu tidak pernah mencintai putri saya dan setelah keadaan kamu seperti ini baru kamu mencintai putri saya?" Ucap pak Wijaya dengan bertambah emosi


"Memangnya putri saya kamu anggap apa?" Tambah pak Wijaya dengan emosi.


Nita pun melepaskan tangannya dari seretan pak Wijaya.


"Pa, Nita mohon biarkan Nita bersama mas Fajar, mas Fajar suami Nita pa. Nita nggak mau pisah sama suami Nita." Bujuk Nita dengan bersimpuh di kaki papanya dengan wajah yang penuh piluh air mata.


" Beri waktu Nita pa, biarkan Nita mengabdikan diri Nita kepada suami Nita, untuk masalah itu, biarkan kami ber tiga yang menyelesaikan nya pa, kalau memang jodoh Nita adalah mas Fajar pasti kami akan tetap bersatu, tapi kalau sebaliknya, Nita janji sama papa dan mama akan mengikuti apa mau papa." Lanjut Nita yang masih bersimpuh di kaki papa nya

__ADS_1


"Pa, biarkan putri kita bersama suaminya pa. Mama yakin semua ini adalah cobaan keluarga mereka dan buat pelajaran mereka di masa akan datang." Bu Rahma ikut membujuk suaminya.


Sebagai seorang ibu, dia merasakan perasaan sang putri yang begitu sangat mencintai suaminya meskipun sudah ada luka yang tertoreh di hatinya.


"Lihat kamu..lihat ini, istri yang kamu sakiti selama ini rela bersimpuh di kaki saya hanya untuk membela laki laki bejad seperti kamu." Ucap pak Wijaya dengan mengangkat tubuh putrinya dari persimpuhan.


Pak Wijaya, menghembusan nafas nya untuk mengurangi amarahnya.


"Ok, papa biarkan kamu bersama laki-laki itu sekali lagi, tapi papa akan kasih ijin lagi setelah masalah ini selesai dan laki laki itu membuktikan kalau dia juga akan menjadi suami yang baik untuk kamu, dan untuk kamu jika kamu berani menyakiti anak saya lagi, saya tidak akan segan-segan memisahkan kalian dan untuk kamu saya akan buang kamu ke pengasingan dan jangan lupa saya akan hancurkan karir kamu." Ancam pak Wijaya.


"Ingat, saya akan selalu memata-matai setiap gerak-gerak kamu." Tambah pak Wijaya dan berjalan meninggalkan rumah Nita.


"Sayang, kamu yang sabar ya. Mama akan mencoba membujuk papa. Jika memang ini pilihan kamu untuk bertahan, mama akan selalu mendukung kamu. Sekarang mama pulang dulu ya."Ucap bu Rahma menenangkan putrinya.


Beliau juga memeluk dan mencium dahi putrinya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....


__ADS_2