
" Aina, Abang Adam ayo kita maen ayunan, nanti Abang ya ya g mendolong ayunan nya." Pinta Aya.
" Masak Abang Adam yang harus dorong, kan Abang juga pingin main." Protes Adam dengan cemberut dengan pipi tembem yang mengembang.
" Ya sudah kalian naik ayunan saja, nanti biar onty yang mendorong ayunan nya." Bujuk El.
" Hole hole hole ayo main." Teriak Aya.
Mereka pun berjalan menuju Playground di taman dan mencari letak ayunan, sedangkan Nisa dan El mengekori nya di belakang, Nisa sangat bahagia melihat senyuman Aya yang tidak pernah Luntur dari wajah nya, sejak awal bekerja menjadi babysister untuk Aya, Aya memang anak yang riang, tapi setelah bertemu dengan El, Aya tampak lebih ceria dan bahagia.
" Semoga non Aya selalu bahagia seperti ini, dan mbak El bisa jadi bunda untuk non Aya." Gumam Nisa duduk di bangku taman yang menghadap ayunan yang di naiki Aya, Aina dan Adam.
__ADS_1
Nisa pun tersenyum, ketika melihat kedekatan El dan Aya, mereka seperti ibu dan anak, mungkin ketika orang lain melihat nya seperti ibu dan anak anak yang bahagia bermain bersama.
Setelah bermain lumayan lama, hampir 2 jam lebih mereka pun tidak lupa membeli ice cream, lalu kemudian pulang menuju rumah Aya setelah mang Ujang menjemput, ketika menuju kedai ice cream, Nisa sudah menghubungi mang Ujang, jadi selesai makan ice cream, mang Ujang sudah siap di depan taman.
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...
Pagi ini, Aya bangun dengan bersemangat, setelah kemarin seharian bermain bersama dengan El, Aina dan Adam di taman, dan menghabiskan waktu libur nya dengan makan ice cream kesukaan nya, membuat mood gadis kecil ini menjadi sangat baik.
Seperti saat ini yang di lakukan mbak Nisa, menggosok seluruh tubuh Aya dengan sabun dan membilas nya sampai bersih.
Setelah selesai dengan ritual mandi nya, MBK Nisa melilitkan handuk di tubuh Aya.
__ADS_1
Kemudian mengarahkan Aya menuju tempat tidur, di sana mbak Nisa sudah menyiapkan seragam yang di pakai Aya ke sekolah, mbak Nisa memakaikan seragam dan memakaikan bedak bayi dan minyak telon ke tubuh Aya. Mbak Nisa berasal dari sebuah desa yang lumayan jauh dari kota Jakarta, di sudah bekerja selama 3,5 tahun, dua hanya lulusan SMP, karena keterbatasan ekonomi mbak Nisa membuat dia tidak melanjutkan sekolah nya, mbak Nisa merasa sangat beruntung bisa menjadi pengasuh Aya, keluarga ayah Ray tidak pernah merendahkan pegawai nya, mereka selalu menganggap semua pekerja di rumah nya sebagai saudara, termasuk mbak Nisa yang betah tinggal di ini. Bekerja di sini bisa membantu orang tua mbak Nisa di kampung untuk menghidupi adik adik nya yang masih kecil kecil.
Sedangkan ayah nya yang hanya buruh tani dan ibu nya buruh cuci keliling sehingga penghasilan nya sangat lah kurang untuk kebutuhan sehari hari.
" Mbak Nisa Aya pakai sepatu yang itu saja ya." Pinta Aya dengan menunjukkan sepatu warna pink gambar frozen kesukaan nya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1