Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 100


__ADS_3

Ting tong. Bunyi bell rumah.


" Bik Ida kemana ya? Kok tidak di buka." Ucap Langit yang merasa terganggu.


" Biar aku saja mas yang buka, aku sudah selesai juga kok." Ucap Senja, ia langsung beranjak dari duduk nya meraih hijab untuk di pakai nya..


" Selamat malam, mas Langit ada?." Kalimat pembuka dari seorang wanita cantik memakai hit pant dan atasan Sabrina, Senja saat membuka pintu, melihat seksama penampilan wanita yang berdiri dengan rambut pirang di ikat kuncir kuda, mengekspos leher dan bahu nya yang terbuka.


" Mas Langit ada, maaf anda siapa?." Tanya Senja berusaha bersikap tenang, menormalkan suara nya, tidak di pungkiri ada rasa resah di hati melihat penampilan wanita itu.


" Panggil kan saja mas Langit nya, dia kenal kok sama aku." Ucap nya angkuh.


" Sayang ada tamu siapa?." Suara dan langkah Langit terdengar mendekat, dia berdiri di sini Senja.


" Hai mas, apa kabar." Wanita itu tersenyum lebar dan langsung mendekat ke arah Langit, wanita itu ingin mencium pipi Langit, tapi dengan cepat Langit berkata.


" Stop, kita bukan muhrim." Ucap Langit

__ADS_1


" Maaf Dev..." Ucap Langit lagi, ya wanita itu adalah Devi mantan istri nya Langit.


" Its oke." Jawab Devi.


" Sayang kenal kan ini Devi mami nya Ara." Langit merengkuh baru Senja yang wajah nya terlihat datar, mereka pun berjabat tangan.


" Ayo silahkan masuk mbak." Dengan enggan Senja mempersilahkan masuk tamu nya.


" Kamu tahu dari mana aku tinggal di sini?."ujar Langit setelah mereka duduk di ruang tamu.


" Aku ke rumah ke rumah bunda dan ayah, tapi sepi dan saat akan naik mobil, aku bertemu dengan pak RT dan dia memberi tahukan kalau rumah mas ada di sini." Jelas Devi yang duduk bertumpang kaki memperlihatkan paha mulus nya.


" Aku akan stay di Jakarta selama satu Minggu mas, ada rapat penting di perusahaan pusat, boleh tidak aku nginap di sini, sekalian dekat dengan Ara." Ucap Devi pada Langit.


" Maaf Dev, kamar tamu sedang di renovasi tidak mungkin kan aku suruh tidur di sofa." Jawab Langit yang menolak halus.


" Hemmm gitu ya, eh Ara mana mas, aku pengen ketemu nih." Ucap Devi.

__ADS_1


" Sebentar aku panggil kan ya." Senja akan beranjak dari duduk nya tapi di tahan oleh Langit.


" Duduk saja yank." Langit lalu berteriak memanggil manggil nama anak nya tanpa beranjak.


" Papi ada apa teriak teriak berisik." Ara datang memberengut, di temani bik Ida yang membawa air untuk tamu nya, tidak biasa papi nya seperti itu.


" Sini sayang,,, salim dulu." Ucap Langit.


Devi turun dari kursi nya, berjongkok untuk memeluk Ara sampai belahan dada nya terpampang jelas, Langit memalingkan muka nya ke arah istri nya yang terlihat sangat dingin.


Sudah terlihat jelas kalau istri nya merasa tidak nyaman dengan kondisi saat ini, bukan karena Devi sebagai mami nya Ara, melainkan cara berpenampilan Devi yang membuat Senja tidak nyaman.


Langit pun juga berfikir seperti itu, dulu saat bersama nya, Devi tidak pernah berpakaian seperti saat ini, selalu berpakaian sopan dan rambut berwarna hitam


" Tante siapa?." tanya Ara pada Devi.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2