
Langit bergegas untuk bangun karena jam sudah menunjukan hampir subuh, Langit tidak mau meninggalkan sholat meskipun rasa kantuk telah mendatangi mata nya untuk ikut istirahat.
Beberapa hari kemudian Langit dan Devi sudah kembali dengan rutinitas nya, yaitu bekerja.
Sekarang Langit sudah tidak lagi tinggal bersama ayah dan bunda nya, sejak akan menikah, Langit sudah mempersiapkan rumah yang akan ia tinggali dengan istri serta anak nya kelak, sebenar nya sang bunda melarang nya, tapi Langit tidak mau, Langit ingin membuktikan kalau ia bisa memupuskan keraguan ke 4 orang tua nya tentang Devi.
Meskipun mereka semua tidak mengatakan atau pun memperlihatkan keraguan tentang Devi tapi Langit sangat tahu itu, ia merasa kalau mereka tidak ingin mengecewakan diri nya, jadi Langit memutuskan untuk membeli rumah.
1 bulan kemudian
Langit sangat bahagia karena Devi telah mengandung hasil buah cinta nya dengan Devi, Langit yang ingat dengan kesepakan nya dengan Devi, langsung duduk dan bersandar di kepala tempat tidur nya.
" Dev, kamu masih ingat tidak dengan kesepakatan kita berdua sebelum kita menikah?." ucap Langit
__ADS_1
" Apa itu sayang, aku lupa." jawab Devi sambil mengingat ingat juga
Langit membuang nafas nya.
" Kamu pernah setuju kalau saat kita punya anak, kamu akan berhenti bekerja." ucap Langit.
" Iya sayang, aku masih ingat kok mengenai hal itu, tapi sekarang kan aku masih hamil, dan belum melahirkan jadi masih boleh bekerja kan?, aku nanti bosen kalau di rumah, kamu tahu sendiri kan kalau wanita hamil itu tidak boleh bosan." jawab Devi.
" Tapi Dev, pekerjaan kamu itu sangat menguras tenaga, apalagi kamu disana masih status karyawan biasa." ucap Langit dengan penuh ke khawatiran.
Langit membuang nafas berat nya berkali kali, sebenarnya ia akan marah tapi mengingat kalau istri nya sedang hamil jadi ia urungkan.
Hari demi hari, minggu demi Minggu sikap Devi semakin berubah, yang biasa nya ia lembut sekarang sudah mulai keras, ia mulai suka menyuruh bibik yang bekerja di rumah untuk ini itu, padahal dulu Devi tidak pernah sama sekali bersikap seberani itu, apa lagi bubuk yang bekerja di rumah nya itu usia nya lebih tua dari Langit dan Devi, Langit saja bisa meminta maaf atas perlakuan istri nya pada sang bibik, untung nya bibik menyadari dan menilai sikap nyonya nya berubah karena sedang hamil saja, jadi bibik tidak mempermasalahkan itu semua, Langit hanya bisa bersyukur dengan jawaban sang bibik.
__ADS_1
Beberapa bulan kemudian usia kehamilan Devi sudah mau memasuki bulan ke 9, 2 Minggu lagi ia akan melahirkan dengan cara Sc, Karen Devi tidak mau merasakan sakit saat melahirkan nanti.
Devi ingat dengan kesepakatan saat ia dan suami nya akan menikah waktu itu, jadi hari ini ia akan mengatakan pada ia akan resign dari pekerjaan nya sebagai marketing.
Tok Tok Tok
" Masuk." ucap seseorang dari dalam ruangan.
" Permisi pak." ucap Devi setelah membuka pintu kepala HRD di kantor nya.
" Eh, Bu Devi silahkan masuk." ucap kepala HRD yang bernama pak Jaya
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...