
Karena sang adik tidak akan mau diam sebelum sang kakak turun tangan menghadapi keinginan si gadis kecil tersebut.
"Kakak kan baru belajar, selesaikan dulu aja kak. Biar adek sama mommy," Ucap El.
"Nggak apa apa mom, nanti sama saja adik pasti rewel kalau belum bermain sama kakak." Jawab Aya dengan lembut.
Semakin bertambahnya usia, Aya tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik dan bertambah dewasa.
Selalu bisa menengahi antara kedua adiknya yang sering berantem.
"Ya sudah mommy mau menyelesaikan masak dulu buat makan siang." Pamit El.
El pun kembali ke dapur, El masih tetap seperti dahulu, meskipun jabatan sang suami yang bertambah tinggi, tak membuat dia menjadi lupa akan kodratnya.
Tetap melakukan pekerjaan rumah dengan tangannya sendiri. Dan dibantu oleh sang putri Aya.
El sudah mendidik Aya untuk bisa memasak dan hidup mandiri, el tak ingin jika sang putri akan menjadi wanita yang manja ketika ia sudah berumah tangga kelak.
Sehingga, ketika Aya duduk di bangku SMP El sudah mengajarkan beberapa contoh pekerjaan rumah yang harus wanita kuasai.
Meskipun ketika SD Aya sudah mau membantu El tanpa paksaan.
"Masak apa mom?" Tanya Zafran yang baru saja berada di dapur.
"Daddy ngagetin saja." Jawab El yang kaget kehadiran sang suami secara tiba-tiba.
"Masak ayam kecap sayur cap cay, cumi tepung dan tidak ketinggalan kesukaan ayah sambal terasi." Tambah El dengan menunjukkan cap cay yang sedang ia masak.
"Hemmmm. harum. Mommy memang the best untuk urusan perut." Goda zafran dengan memeluk sang istri dari belakang.
"Daddy kebiasaan ih, mommy baru masak ni dad, Dan nggak enak nanti jika anak-anak lihat." Jawab El.
__ADS_1
"Biarin, pasti mereka akan bahagia lihat daddy dan mommy nya romantis seperti ini." Tambah zafran yang tidak mau melepaskan pelukannya ke sang istri.
Zafran selalu menghabiskan waktu liburan nya di rumah bersama keluarga .
Hari libur adalah hari yang sangat berharga untuknya karena setiap hari waktunya di habiskan untuk kesibukannya di luar.
"Anak-anak kemana mom?" Tanya zafran setelah melepaskan pelukannya dari sang istri.
"Putri kecil daddy baru merajuk ingin maen sama kakak jadi tadi di ajak kakak ke depan buat maen ayunan. Kalau abang baru lihat TV di depan sambil biasa dad pasti mengotak-atik mainan nya. Kalau nggak rusak pasti jadi bentuk mainan yang abstrak. " Jelas El menceritakan tingkah sang putra-putrinya.
"Tidak terasa ya bun,usia pernikahan kita sudah memasuki 13 tahun. Sepertinya baru kemarin kita nikah, baru kemarin kita salah paham dan hampir membatalkan pernikahan. Dan sekarang kita sudah di karunia 3 putra dan putri yang tampan dan cantik dan cerdas." Ucap zafran menerawang jauh awal mula bertemu dan sampai ke tahap pernikahan.
"lya dad, mommy bersyukur bisa menjadi istri daddy Dan sekarang menjadi Daddy dan suami yang akan selalu mommy cintai hingga akhir hayat mommy." Jawab El berbalik kearah sang suami setelah mematikan kompor.
"Dadd juga akan selalu menyayangi mommy hingga akhir hayat daddy."Ucap zafran dengan mencium lembut dahi sang istri.
"Mommy adik sudah lapar." Teriak Vely masuk ke dapur di ikuti Aya.
"Upz.. maaf daddy mommy sudah mengganggu." Ucap Aya tidak enak yang menggaanggu kemesraan kedua orang tuanya.
"Ehem.." zafran berdehem sebentar untuk mengurangi kegugupannya karena kepergok sang putri.
"Kok maennya sudahan dek?" Tanya zafran kepada Vely,
"Adik udah lapar Daddy ,makanya adik udahan maennya." Jawab Vely dengan cerewet.
"Ini udah selesai sayang, sekarang adik panggil abang dulu sana biar mommy dan kakak menata makanannya di meja makan." Pinta El
"Okey mommy" Jawab vely dan berlari manggil si abang di ruang keluarga.
"Daddy kesana dulu ya." Pamit Zafran
__ADS_1
El pun menganggukkan kepalanya. Dengan perlahan dia menata makanan ke dalam piring dengan di bantu Aya.
Kemudian Aya membawanya ke meja makan. Setelah siap, semua keluarga berkumpul di ruang makan untuk menyantap makan siang bersama.
Tidak ada hari yang sepi di keluarga zafran tanpa canda dan tawa. Mereka selalu menggunakan waktu kebersamaan dengan sebaik mungkin untuk saling berbagi cerita dengan apa yang terjadi pada mereka.
Suasana menjadi ramai dengan candaan Ren yang iseng kepada sang adik. Dan Aya yang selalu menjadi penengah.
"Terimakasih ya Allah sudah menghadirkan mereka di hidupku. Dengan kebahagian tak terhingga yang aku miliki dalam hidupku." Batin zafran dengan memperhatikan canda tawa istri beserta putra-putrinya.
...The End......
🍀🍀🍀🍀🍀
Untuk Radit dan Rosa mereka tetap menjadi pasangan ter konyol, mereka tetap memiliki 1 orang anak saja yaitu Rio, sedangkan Nita dan Fajar juga sama, mereka hanya memiliki 2 orang anak saja, Ben dan Acha.
Ben dan Ren selalu sekolah yang sama, mereka seperti anak kembar, dimana mana mereka selalu bersama, tidak hanya Rio bahkan Ren dan Ben juga menjadi incaran para gadis di sekolah nya, bahkan para gadis itu tidak mempunyai rasa malu, hampir setiap hari memberikan coklat kepada mereka, namun baik Rio, Ben maupun Ren tidak pernah menggubris nya, bahkan Rio langsung membuang cokelat pemberian para gadis, Begitu pun dengan Ren dan Ben, bahkan Vely sempat berkata kepada Abang nya, kalau cokelat nya jangan di buang, lebih baik ia makan, namun ucapan sang adik tidak pernah di dengar oleh Ren.
🍀🍀🍀🍀🍀
Untuk para kakak kakak tercinta yang sudah berkenan untuk membaca cerita saya, bahkan sampai selesai, saya ucapkan banyak banyak terima kasih.
Dan saya mohon maaf apabila kemarin sempat berhenti menulis, jangan lupa untuk mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak.
terima kasih
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
Jangan lupa mampir di cerita ku yang lain ya kakak kakak semua