
" Oh ayahnya seorang duda toh." ucap arin dengan senyum penuh arti
" memangnya ayahnya kerja apa dek kok keluar provinsi?." tanya Arin lagi.
" Mas Andra seorang tentara Mbak jadi ya gitu ditugaskan di mana-mana." ucap El yang tanpa sadar menyebut nama zafran.
" Eh tunggu tunggu bentar, kok kamu bisa tahu nama ayahnya aya yang katanya tugas di luar provinsi, ayo ngaku sudah ketemu ya dek, sampai panggil nama mas segala hayo hayo." goda Arin kepada adiknya yang diikuti menolak hidung mancung El.
" Ih apa an sih mbak." Jawab El dengan pipi yang merona.
" Bu, coba lihat deh kok pipi adik jadi merona gitu, ha ha ha " ledek Arin kembali kepada adik nya, dan ibu pun memperhatikan putri bontot nya.
" sudah-sudah kamu itu Rin ngeledekin adikmu terus nanti adikmu malah tambah kaya kepiting rebus lho pipinya." ibu pun ikut meledek anaknya sambil mengeluarkan tawa.
__ADS_1
" Benar logo itu pipinya adik jadi merah gitu jangan-jangan ada apa-apa nih." tambah Arin.
" Sudah ah Mbak sama ibu nggak asik adik mau ke kamar aja biar enggak diledek terus." pamit El yang berjalan naik ke kamarnya.
" Sepertinya ada apa-apa deh bos sama ayahnya teman Aina?." tanya arin kepada ibunya.
" Ibu juga nggak tahu tapi kalau iya ibu juga nggak keberatan adik mau deket sama siapa setelah kejadian itu." Ucap ibu.
" Benar Bu, Arin juga melihat seperti itu, coba kapan kapan Arin tanya sama adik Bu." Ucap Arin.
" mungkin kalau sama kamu adikmu lebih terbuka anak ibu juga merasa bersalah sama adikmu setiap hari menyuruh dia berfikir masa depannya." ucap ibu sedikit sendu melihat nasib Putri bungsunya.
" Arin tahu maksud ibu baik, tapi ibu kan paham keadaan El setelah kejadian itu semoga ada kabar bahagia ya Bu dari adik." doa Arin dengan harapan yang besar terhadap adiknya.
__ADS_1
" Aminnn, semoga saja." Jawab ibu dengan antusias.
" Ya Allah berilah lah kebahagiaan kepada putri bungsu ku, cukup penderitaan dan kesakitan yang pernah dia alami." Doa ibu di dalam hati nya.
El POV
" aku tidak tahu apa yang aku rasakan setelah lama aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini. Hingga dia muncul kembali meluluh lantahkan hati ini kembali setelah kesakitan yang pernah ku alami. Dulu aku putus asa setelah pertemuan kedua kalinya dengannya menjadi pertemuan terakhir saat itu yang tak dapat ku gapai, mungkin awalnya hanya rasa kekaguman saja tapi entah mengapa setelah berkali-kali aku menunggunya berharap dia akan ada di satu bus kembali dengan diriku. Menanyakan siapa namanya dimana rumahnya hingga membuat aku uring-uringan tak menentu, ha ha ha masih ingatkah ialah yang menjadi pelampiasan ku itu pertama aku jatuh cinta dan ternyata hanya sebuah kesemuan belaka, dan saat awal bertemu kembali entah mengapa perasaan ini muncul kembali perasaan tak menentu tapi aku takut untuk menggapainya apa dia juga akan menerimaku???? menganggap diriku ada???, Aku takut terluka, entahlah biarkan takdir yang berjalan." ucap El
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1