
" Sialan lu, gue bukan kucing garong tahu." Ujar David melotot tajam sambil melempar bantal sofa ke arah Langit, Langit dengan sigap menangkap bantal itu sambil terkekeh.
Langit bangkit berjalan menuju meja makan dan mengambil roti tawar yang ada di meja.
" Gue belum sarapan nih lapar banget, bikinin teh dong Vid." Ucap Langit.
" Ckkk bikin saja sendiri ke dapur, gue bukan pembantu lu, gue ke kamar mandi dulu cuci muka." Jawab David sambil melangkah menuju kamar nya.
Mereka duduk bersama di meja makan menikmati sarapan masing masing.
" Lu lagi berantem sama Devi ya?." Tebak David membuka pembicaraan.
" Ya begitu lah, tadi mam kita berdebat, gue lagi menghindar dulu sekarang, biar dia bisa introspeksi diri." Jawab Langit.
" Ada apa? Lu kalau mau cerita gue siap jadi pendengar lu." Ucap David.
" Thanks bro, lu cukup tampung gue tidur di sini sehari ini saja, semalam gue tidak bisa tidur Vid." Jawab nya
__ADS_1
Langit lesu, ya meskipun tetap tampan tapi wajah nya tampak kusut dan terlihat lingkaran hit di bawah mata.
" Don't worry, lu bebas di sini, perlu ajak Tian dan Ari, biar rame kalau ngumpul di sini?." Tawar David lagi.
" Tidak usah lah, biasa nya tiap Minggu mereka ikut olahraga di taman." Jawab Langit.
" Lang, ponsel lu dari tadi bungyi terus, angkat lah berisik tahu." Sungut David yang sedang main game terganggu karena deringan ponsel.
" Masih ngantuk gue, biarain saja paling Devi yang telepon." Jawab Langit. Dengan suara serak sambil tetap memejamkan mata.
" Cih lu tidur sudah 3 ronde, habis sholat tidur, habis sholat tidur, tidak pusing apa kepala lu." Omel David.
" Cih, teori dari mana kalau kebanyakan tidur bisa ngilangin masalah, masalah tuh di hadapi bukan di hindari." Jawab David.
" Saat ini gue hanya butuh tidur, karena ngantuk, biar nanti bisa berfikir jernih untuk mengahadapi masalah, udah ah lu ngajak ngomong terus, gue mau lanjut tidur." Jawab Langit.
" Lang, coba lu cek dulu deh ponsel lu, siapa tahu ada kabar penting dari rumah." Saran David. Langit langsung membuka mata nya, menggeliatkan badan nya yang lemas karena terus terusan tidur.
__ADS_1
Ia baru tersadar dengan ucapan David mungkin saja di rumah ada sesuatu hal, ia pun bangkit dari atas tempat tidur dan meraih ponsel nya Yang ada di atas meja, terlihat 10 panggilan tidak terjawab dari istri nya dan beberapa chat.
" Pi dimana?." Isi chat dari Devi.
" Ara nangis nangis terus, tidak mau berhenti pengen ke papi kata nya." Isi chat ke dua.
" Papi pulang dong âšī¸." Chat ke tiga dam masih ada lagi chat chat dari istri nya
Huffff
" Kalau bukan karena anak malas sekali pulang ke rumah." Batin Langit.
" Vid, gue pulang dulu, Ara nangis nyariin gue." Langit merapikan baju nya yang kusut dan menyambar kunci mobil nya nya berada di meja.
" Ok, cepat baikan bro." Jawab David berteriak yang entah di dengar oleh Langit yang sudah keluar dari pintu apartemen David.
...đˇđˇđˇ...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...